Korut Putus Semua Komunikasi dengan Seoul, Sebut Korsel Sebagai "Musuh"

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 09 Juni 2020 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 18 2226656 korut-putus-semua-komunikasi-dengan-seoul-sebut-korsel-sebagai-musuh-3rajyXwjeh.jpg Foto: Reuters.

SEOUL – Pemerintah Korea Utara mengatakan akan memutus semua jalur komunikasi dengan Korea Selatan, termasuk hotline antara pemimpin kedua negara. Pyongyang mengatakan bahwa langkah itu merupakan yang pertama dari serangkaian tindakan yang mendeskripsikan Korea Selatan sebagai “musuh”.

“Korea Utara akan sepenuhnya memutus dan menutup jalur penghubung antara pihak berwenang Korea Utara dan Selatan, yang telah dipertahankan melalui kantor penghubung bersama Utara-Selatan... mulai pukul 12:00 pada 9 Juni 2020," demikian diumumkan kantor berita Korea Utara, KCNA yang dilansir BBC pada Selasa.

Komunikasi harian, yang telah dilakukan ke kantor penghubung yang terletak di kota perbatasan Korea Utara, Kaesong, akan dihentikan mulai Selasa (9/6/2020).

Kantor itu didirikan oleh kedua negara untuk mengurangi ketegangan setelah pembicaraan pada 2018. Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berperang karena tidak ada kesepakatan damai yang tercapai ketika Perang Korea berakhir pada 1953.

Ketika kantor penghubung ditutup sementara pada Januari karena pembatasan Covid-19, kontak antara kedua negara dipertahankan melalui telepon. Kedua Korea melakukan dua panggilan telepon melalui kantor itu setiap harinya, pada pukul 09:00 dan 17:00.

Pada Senin (8/6/2020), Korea Selatan mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam 21 bulan, panggilan pagi belum dijawab, meskipun kontak dilakukan pada sore hari.

Pyongyang juga menyatakan bahwa saluran komunikasi militer juga akan terputus. Selain itu komunikasi antara kantor presiden dan militer kedua negara juga akan terpengaruh.

Tindakan itu diambil setelah Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pekan lalu mengancam menutup kantor penghubung kecuali Korea Selatan menghentikan kelompok-kelompok pembelot yang mengirimkan selebaran anti-Pyongyang ke Korea Utara.

Dia mengatakan kampanye selebaran itu merupakan tindakan bermusuhan yang melanggar perjanjian damai yang dibuat selama KTT Panmunjom 2018 antara Moon Jae-in dan Kim Jong-un.

Para pembelot Korea Utara kadang-kadang mengirim balon-balon yang membawa selebaran-selebaran kecaman terhadap Pyongyang ke Korea Utara, kadang-kadang dengan pasokan makanan untuk menggoda orang Korea Utara agar mengambilnya.

Warga Korea Utara hanya dapat memperoleh berita dari media yang dikendalikan negara, dan sebagian besar tidak memiliki akses internet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini