Dampak Pandemi Covid-19, Arab Saudi Kemungkinan Kurangi Kuota Jamaah Haji

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 09 Juni 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 18 2226832 dampak-pandemi-covid-19-arab-saudi-mungkin-batasi-jumlah-jamaah-haji-ZbT8gQyspn.jpg Foto: AFP.

RIYADH - Arab Saudi dapat secara drastis membatasi jumlah jamaah pada ibadah haji tahunan untuk mencegah berjangkitnya virus corona lebih lanjut setelah kasus di Kerajaan itu mencapai 100.000. Hal itu disampaikan sumber yang mengetahui mengenai masalah tersebut kepada Reuters pada Senin (8/6/2020).

Setiap tahunnya, sekira 2,5 juta jamaah mengunjungi situs-situs Islam paling suci di Makkah dan Madinah untuk berhaji selama sepekan, tugas sekali seumur hidup untuk setiap Muslim dengan kondisi sehat yang mampu. Data resmi menunjukkan ibadah haji dan umrah sepanjang tahun menghasilkan sekira USD12 miliar bagi Kerajaan Arab Saudi.

Pada Maret Arab Saudi meminta Muslim di seluruh dunia untuk menunda rencana haji dan menangguhkan umrah sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Menurut dua sumber yang mengetahui masalah ini, pihak berwenang sekarang tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan "hanya jumlah simbolis" untuk ibadah haji tahun ini, dengan pembatasan termasuk larangan bagi jamaah yang lebih tua dan pemeriksaan kesehatan tambahan.

Sumber lain mengatakan kepada Reuters bahwa dengan prosedur yang ketat, pihak berwenang berpikir mungkin untuk mengizinkan hingga 20% dari kuota jamaah reguler masing-masing negara.

Sementara tiga sumber mengatakan beberapa pejabat masih mendesak untuk dilakukannya pembatalan haji tahun ini, yang diharapkan dimulai pada akhir Juli.

Kantor media pemerintah dan juru bicara kementerian haji dan umrah tidak menanggapi permintaan komentar.

Membatasi atau membatalkan haji akan semakin menekan keuangan pemerintah yang terkena kejatuhan harga minyak dan pandemi. Analis memprediksi kontraksi ekonomi yang parah tahun ini.

Kerajaan menghentikan penerbangan penumpang internasional pada Maret, dan pada jumat pekan lalu (5/6/2020) memberlakukan kembali jam malam di Jeddah, di mana penerbangan haji mendarat, setelah lonjakan infeksi di kota.

Pada 2019, sekira 19 juta peziarah menghadiri umrah sementara haji menarik 2,6 juta. Sebuah rencana reformasi ekonomi Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertujuan untuk meningkatkan kapasitas umrah dan haji menjadi 30 juta peziarah setiap tahun dan menghasilkan 50 miliar riyal (sekira Rp187 triliun) pendapatan pada tahun 2030.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini