Langkah Korea Utara itu juga dihubungkan dengan kurangnya kemajuan dalam pembicaraan nuklirnya antara Pyongyang dengan Washington. Negosiasi antara kedua negara tidak membuat kemajuan berarti sejak pertemuan puncak kedua antara Kim Jong-un dan Presiden Donald Trump yang gagal pada awal 2019.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani hubungan dengan Korea Utara, kemudian mengatakan bahwa kedua Korea harus berusaha untuk mematuhi semua perjanjian yang telah mereka capai.
Secara terpisah, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa pihaknya memantau dengan cermat militer Korea Utara dan menjaga kesiapan militer yang kuat.
Kedua kementerian mengatakan pemerintah Korea Selatan "memandang situasi saat ini genting."
(Rahman Asmardika)