Dinyatakan Bersalah, Pimred Rappler Maria Ressa Terancam 6 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 15 Juni 2020 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 18 2230115 dinyatakan-bersalah-pimred-rappler-maria-ressa-terancam-6-tahun-penjara-ROrjjWnObt.jpg Pemimpin Redaksi Rappler, Maria Ressa. (Foto: Reuters)

MANILA – Jurnalis dan Pimpinan laman berita Rappler Filipina, Maria Ressa terancam hukuman enam tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan pencemaran nama baik di dunia maya oleh Pengadilan Manila pada Senin (15/6/2020). Kasus dan pengadilan terhadap Ressa dipandang sebagai salah satu ujian terhadap kebebasan media di Filipina.

Diwartakan Reuters, Maria Ressa didakwa dengan artikel 2012, yang diperbarui pada 2014, mengenai pencemaran nama baik di dunia maya. Tuduhan itu sehubungan dengan artikel yang mengaitkan seorang pengusaha dengan pembunuhan dan perdagangan manusia dan obat-obatan, mengutip informasi yang terkandung dalam laporan intelijen dari agen yang tidak ditentukan.

BACA JUGA: Pemimpin Redaksi Rappler Maria Ressa Ditangkap Pemerintah Filipina

Setelah menjatuhkan vonis, Hakim Rainelda Estacio-Montesa mengatakan kebebasan pers tidak dapat digunakan sebagai "perisai".

Ressa, yang telah membantah melakukan kesalahan, diizinkan membayar uang jaminan.

Pencemaran dunia maya adalah salah satu dari banyak tuntutan hukum yang diajukan terhadap Ressa dan Rappler yang telah menarik perhatian global tentang media yang bebas dan terbuka di negara Asia Tenggara.

BACA JUGA: Pemimpin Redaksi Rappler Filipina Maria Ressa Kembali Ditangkap

Lisensi operasi Rappler dibatalkan pada 2018 atas dugaan pelanggaran kepemilikan asing, dan media itu juga berurusan dengan kasus yang melibatkan dugaan penggelapan pajak. Kedua kasus sedang berlangsung.

Pengawas media mengatakan dakwaan terhadap Ressa dibuat-buat dan ditujukan untuk mengintimidasi mereka yang menentang pemerintahan Duterte, khususnya tindakan kerasnya yang mematikan terhadap obat-obatan terlarang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini