Setelah Pemotor, Viral Pesepeda Terjerat Benang Layangan

Agregasi Solopos, · Jum'at 19 Juni 2020 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 512 2232978 setelah-pemotor-viral-pesepeda-terjerat-benang-layangan-B6gsFC7LJ3.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

SOLO – Benang layangan yang dibiarkan menjuntai terus memakan korban dan seolah jadi fenomena. Pada Kamis 11 Juni 2020 seorang pemotor tewas akibat terjerat benang layangan di Jalan Tangkuban Perahu, Mojosongo, Jebres, Solo.

Kemudian hal serupa terjadi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, pada Kamis 18 Juni 2020. Lalu dikabarkan jeratan benang layang-layang mengenai leher seorang pesepeda di Solo.

Kali ini korbannya merupakan bocah perempuan mengalami luka dileher usai terkena benang layangan.

Hal tersebut terlihat dari unggahan netizen pengguna akun media sosial (medsos) Facebook Pardie Rea Reo. Namun, tidak dijelaskan secara rinci lokasi kejadian tersebut, hanya dituliskan Solo, Jawa Tengah (Jateng).

"Dan terjadi lagi. seorang anak perempuan tergores benang layang-layang. Kali ini menimpa seorang anak perempuan di Solo, Jawa Tengah. Dalam unggahannya kemarin kamis 18/6 mengatakan anak wedok pit2an malah gulune keno senar layangan, his jian. Bpk ibu ngati2 nggih nek putrane do dolanan layangan (era new normal) [bocah perempuan sepedaan malah lehernya terkena senar layangan. Bapak ibu hati-hati ya kalau putranya main layangan]," jelas dia dengan mengunggah foto bocah perempuan itu sebagaimana dikutip dari Solopos.

Baca Juga: Benang Layangan Kembali Makan Korban, Pemotor Tewas Terjerat di Jalan Raya

Dari foto tersebut, terlihat leher bocah perempuan itu terdapat luka sayatan memanjang karena terkena senar layangan.

Unggahan tersebut viral setelah diunggah ulang oleh pengelola akun Instagram @visisurakarta, Jumat (19/6/2020). Bahkan, netizen ramai membanjiri kolom komentar unggahan tersebut.

Ada netizen yang menyarankan agar dilakukan sidak kepada penjual senar layangan di Kota Solo. Hal ini mengingat di Solo sudah jatuh korban jiwa akibat tajamnya senar layangan tersebut.

"Perlu operasi para penjual senar seperti operasi miras dan petasan, luwih bahaya seko petasan ternyata layangan era new normal," usul pengguna akun Instagram @satriawsa.

Baca Juga: Pemotor Tewas Terjerat Benang Layangan yang Menjuntai di Jalan

Sedangkan netizen pengguna akun @_reinald mengusulkan ada peraturan daerah (Perda) di Solo yang mengatur permainan layang-layang.

"Kapan seh ada perda tentang layang-layang. Biasanya yg main layang-layang dikasi tau jangan main layangan dijalan malah lebih galak," ujar dia.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini