Bertaruh Nyawa Melintasi Jembatan Penghubung 2 Kecamatan

Hana Purwadi, iNews · Selasa 23 Juni 2020 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 519 2235042 bertaruh-nyawa-melintasi-jembatan-penghubung-2-kecamatan-tMh0uHhqq6.jpg Seorang siswa sekolah dasar saat menyebrang jembatan yang rusak di Probolinggo/Foto: tangkapan layar (Hana Purwadi-iNews)

PROBOLINGGO - Infrastruktur baik akan lebih memberikan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat. Sebaliknya, nyawa menjadi taruhan saat melintasi jembatan penghubung dua kecamatan yang rusak.

Pemandangan ini terlihat di Desa, Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Jembatan tersebut sangat tidak layak dilintasi warga yang ingin menyebrang.

Jembatan dari bambu berukuran lebar 1 meter dan panjang 12 meter ini menghubungkan Desa Resongo, kecamatan Kuripan dan Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Probolinggo.

Jembatan rusak

Untuk beraktivitas sehari-hari, warga terpaksa melintas jembatan dan harus bergiliran karena rentan tercebur ke sungai. Sedangkan warga yang menggunakan ke jalur lain harus memutar sejauh 6 kilo meter.

Kendati berbahaya, masyarakat setempat terpaksa melintasinya karena jembatan ini satu satunya yang bisa dilewati warga untuk beraktivitas. Selama ini, warga gotong royong memperbaiki jembatan dengan modal seadanya.

"Jembatanya sudah lama rusak dan saya takut, takut jatuh. Saya ingin jembatan ini supaya cepat diperbaiki karena takut ada kecelakaan," kata Riska, siswi sekolah dasar, Selasa (23/6/2020).

Sebenarnya ada jembatan lainya, namun warga setempat jarang melintasinya karena harus memutar sejauh 6 kilo meter. Jembatan ini juga hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Salah seorang warga, Artawi bahkan mengaku pernah celaka saat melintasi jembatan. Akibatnya, ia jatuh ke sungai dan mengalami cedera.

Jembatan rusak 1

"Saya sering lewat ini dan sebenarnya takut. Saya juga pernah jatuh ke sungai,” ungkap Artawi.

Setiap hari, jembatan ini selalui dilalui untuk masyarakat yang akan berangkat kesekolah, berbelanja dan menjual hasil panen dengan menggunakan motor.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini