Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi 4 Meter, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Demon Fajri, Okezone · Senin 29 Juni 2020 10:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 340 2237995 cuaca-ekstrem-dan-gelombang-tinggi-4-meter-bmkg-keluarkan-peringatan-dini-97pUqODjCX.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BENGKULU - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi, Fatmawati- Soekarno, Bengkulu, mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem disembilan daerah di Provinsi Bengkulu, pada hari ini.

Sembilan daerah itu Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur. Prediksi cuaca ekstrem tersebut berupa potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah itu.

Selain cuaca ekstrem, BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati-Soekarno, juga memprediksi terjadinya gelombang air laut dari 2,5 meter hingga 4,0 meter di perairan Bengkulu, perairan pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara dan di Samudera Hindia Barat Bengkulu.

 Cuaca

Forcaster BMKG Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, Dyah Rizky mengatakan, cuaca ekstrem disejumlah daerah di Bengkulu, lebih banyak dipengaruhi faktor lokal angin gunung-angin lembah, angin darat-angin laut.

''Awan hujan lebih banyak tumbuh di daerah pegunungan pada siang/sore hari, dan bergerak ke arah pesisir pada sore/malam hari,'' kata Dyah, saat dikonfirmasi Okezone, Senin (29/6/2020).

Sementara gelombang air laut mencapai 4,0 meter, jelas Dyah, dipengaruhi adanya pola tekanan rendah sebesar 1007 hPa di Samudera Hindia Barat Sumatera, sehingga menyebabkan gelombang air laut tinggi.

''Adanya pola tekanan rendah sebesar 1007 hPa di Samudera Hindia Barat Sumatera, sehingga menyebabkan gelombang air laut tinggi di perairan Bengkulu, perairan pulau Enggano, dan di Samudera Hindia Barat Bengkulu,'' jelas Dyah.

 

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, lanjut Dyah, diprediksi lebih dominan terjadi di wilayah pegunungan. Di mana cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga 3 hari ke depan.

Di Bengkulu, terang Dyah, sebetulnya tidak masuk ke wilayah zona musim atau peralihan musim. Artinya, kata Dyah, walaupun disebut musim kemarau, hari hujan masih lebih banyak dibandingkan wilayah provinsi lain yang masuk musim kemarau.

''Bengkulu lebih banyak dipengaruhi topografi serta diapit pegunungan dan laut. Sehingga yang lebih banyak berpengaruh adalah faktor lokal dari pada, faktor angin monsun yang banyak mempengaruhi musim,'' pungkas Dyah.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini