Pakai Sabu, Anggota DPRD Kabupaten Bolmut Ditangkap

Subhan Sabu, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 340 2238940 pakai-sabu-anggota-dprd-kabupaten-bolmut-ditangkap-qtk94A2Uuy.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MANADO - Ketergantungan terhadap sesuatu hal, seperti main game, kecanduan alkohol dan juga narkoba adalah hal yang bisa menyerang siapa saja. Kecanduan narkoba bisa membuat pengguna melakukan berbagai cara untuk mendapatkan barang haram ini.

Salah satunya dilakukan oleh AEN, seorang anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sejak 2002, sebelum menjadi anggota dewan, dia mengaku sudah mengenal narkoba jenis Sabu.

Sejak itu dia mulai kecanduan dengan barang tersebut. Sampai terpilih menjadi anggota dewan hingga menjabat sampai dua periode, dia masih rutin mengkonsumsi sabu dan makin kecanduan

"Parahnya itu enam bulan belakangan, sering pakai," ujar AEN, Selasa (30/6/2020).

 Narkoba

Namun, sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Gerak-gerik AEN mulai tercium oleh Direktorat Narkoba Polda Sulut (Ditnarkoba).

Berdasarkan informasi dari masyarakat, anggota Ditnarkoba Polda Sulut melakukan penyamaran dan berasil menangkap AEN bersama barang bukti di jalan trans Sulawesi, Desa Bohabak, Kecamatan Bolangitang, Kabupaten Bolmut.

"Akhirnya bisa diungkap adanya barang berupa paket yang akan dikirimkan kepada tersangka. Dari tangkapan yang kami peroleh, ditemukan barang bukti berupa sabu berjumlah tiga paket dengan total berat 2,8 gram, ada bukti resi pengiriman, dua buah handphone dan kartu atm beserta buku tabungan," kata Direktur Narkoba (Dirnarkoba) Polda Sulut, Kombes Eko Wagiyanto saat konferensi pers.

Tersangka sendiri hanya bisa pasrah dan mengaku sudah ketergantungan dengan barang haram tersebut yang dipesannya dari Palu, Sulawesi Tengah dengan menggunakan uang pribadi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada dirnarkoba karena menangkap saya, terima kasih kepada Tuhan yang maha kuasa, dan mungkin dengan kejadian ini saya bisa berhenti untuk menggunakan ini. Tujuan saya cuma satu, saya ingin sembuh, saya ingin proses hukum ini cepat selesai dan saya siap menjalaninya," tuturnya.

"Menyesal tidak perlu dirangkai dengan kata-kata, yang pasti saya mohon maaf kepada seluruh jajaran pengurus partai dari tingkat pusat sampai dengan ranting, kedua terutama kepada ibu saya, istri saya, dan anak-anak saya dan seluruh konstituen yang telah memilih saya, saya mohon maaf," pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini