Sidang Eksepsi Kasus Sunda Empire, Begini Pembelaan Pihak Raden Rangga

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 30 Juni 2020 12:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 525 2238707 sidang-eksepsi-kasus-sunda-empire-begini-pembelaan-pihak-raden-rangga-LpDfERb0o5.jpg Suasana sindang eksespsi kasus Sunda Empire di PN Bandung pada Selasa (30/6/2020). Foto: CDB-Okezone

BANDUNG – Bertindak sebagai kuasa hukum Ranggasasana (Raden Rangga) yang merupakan salah seorang terdakwa dalam kasus S‎unda Empire, Misbahul Huda menyampaikan keberatan atas dakwaan yang dituduhkan kepada kliennya.

Dalam persidangan lanjutan yang digelar di PN ‎Bandung pada hari ini, Selasa (30/6/2020), Huda menilai dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) tidak mendasar. Dakwaan yang dilayangkan JPU pada sidang sebelumnya yakni menyiarkan berita bohong dan berbuat onar.

Jaksa mendakwa dengan pasal Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana‎, yang inti isinya menjelaskan soal berita bohong.

"Ranggasasana menurut surat dakwaan hanya memeberikan materi di lingkup internal pengurus Sunda Empire dari berbagai daerah di dalam sebuah forum, bukan di depan khalayak umum (masyarakat),” tutur Huda.

“Terdakwa Raanggasasana sama sekali tidak memiliki peran dalam hal penyebaran atau penyiaran foto maupun video saat memberikan materi," tambahnya di sidang eksepsi.

Tak hanya itu, soal dakwaan terkait unsur perbuatan Onar, Huda juga menilai itu tidak memenuhi unsur pada ‎penjelasan Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang keonaran.

Baca Juga: PN Bandung Gelar Sidang Eksepsi Kasus Sunda Empire

"‎Meminta majelis hakim untuk menerima eksepsinya tersebut, menyatakan perkara a quo tidak diperiksa lebih lanjut, kemudian majelis hakim juga diminta untuk ‎memulihkan harkat martabat dan nama baik Ranggasasana," ucap Huda.

Dua pekan sebelumnya, tiga terdakwa kasus Sunda Empire didakwa membuat keonaran di tengah masyarakat.

Para terdakwa didakwa dengan tiga pasal, diantaranya Pasal 14 ayat (1) Undang-undang nomor 1 tahun 1946 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dakwaan kedua Pasal 14 ayat (2) Undang-undang nomor 1 tahun 1946 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan ketiga Pasal 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎ Ancaman hukumannya 10 tahun bui.

"Mereka menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," ucap JPU Suharja pada persidangan sebelumnya.‎

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini