Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hari Bhayangkara di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan dan Pembenahan untuk Polri

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Rabu, 01 Juli 2020 |10:51 WIB
Hari Bhayangkara di Tengah Pandemi Covid-19, Tantangan dan Pembenahan untuk Polri
Kapolri Idham Azis (Foto: Okezone)
A
A
A

Pembenahan Internal

Polri dewasa ini menyadari betul soal diperlukannya pembenahan internal sebagaimana semangat Promoter (Profesional, Modern, dan Tepercaya), yang digagas oleh Tito Karnavian yang diperkuat oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.

Pada era keterbukaan informasi saat ini, gerak-gerik sekecil apapun akan terendus oleh publik. Hal itu merupakan imbas dari 'Tsunami' informasi di media massa maupun media sosial.

Sebab itu, dalam program unggulan Jenderal Idham Azis, salah satu yang diperkuat adalah pemantapan manajemen media. Mengingat, saat ini informasi juga memengaruhi soal pemeliharaan kemamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

"Di tubuh Polri, kebijakan ini hadir sebagai sebuah kesadaran dari tingkat Mabes Polri sampai level terbawah, setiap anggota harus sadar dirinya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan persepsi publik terhadap Polri secara keseluruhan," tutur Argo.

Kekinian, Polri mulai aktif dan dipercaya warga dalam pengelolaan dan penyebaran informasi di media sosial. Contohnya, akun Twitter @TMCPoldaMetro yang memiliki 7.8 juta pengikut. Lalu, Instagram Divisi Humas Polri dengan 1.4 juta followers.

Wadah itu tentunya diikuti seluruh jajaran kepolisian d Indonesia. Media Sosial juga dijadikan saran warga menyampaikan masukan, kritik dan saran kepada Korps Bhayangkara.

Seiring berjalannya waktu, Polri mendapatkan tingkat kepuasan publik yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bukti konkretnya tertuang dalam hasil survei Litbang Kompas selama 2014-2019 menunjukkan kenaikan signifikan dari tahun ke tahun.

Setidaknya, pada tahun 2014 kepuasaan publik sebesar 46,7%, lalu 2015 bertambah 51,2%. Setahun berselang atau 2016 meningat menjadi 63,2%.

Tahun 2017 juga meningkat menjadi 70,2% dan sekitar tingkat kepercayaan publik ke Polri sebesar 82,9% pada Juni 2018. Sementara itu, pada akhir 2018, survei Mark Plus menunjukkan tingkat kepuasan pada Polri berada di angka 74,46 %.

Menurut Argo, Polri menyadari masih belum sempurna dalam pembenahan internal tersebut. Namun, segala kekurangan dan masukan dari masyarakat akan terus dijadikan bahan evaluasi, agar polisi semakin mendapatkan kepercayaan.

"Dengan tantangan yang makin kompleks, saat ini tak ada pilihan bagi Polri selain harus semakin responsif dalam melayani masyarakat, lebih terbuka, transparan, dan tampil lebih muda, dan humanis. Kapolri Idham Azis sudah memulai dengan mengarahkan seluruh anggotanya untuk bersama-sama membangun institusi Polri yang makin berdaya dan profesional," tutur Argo.

Selamat Hari Bhayangkara Polri ke-74. Tetaplah menjadi aparat yang melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat Indonesia.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement