Hama Belalang "Kanibal" Serang 1.300 Titik Pertanian Warga Sumba Timur

Dion Umbu Ana Lodu, iNews · Rabu 01 Juli 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 340 2239507 hama-belalang-kanibal-serang-1-300-titik-pertanian-warga-sumba-timur-HOS247r3Va.png Hama belalang kembara buat warga Sumba Timur was-was (iNews/Dion)

SUMBA TIMUR - Ancaman hama belalang kembara ancam pertanian Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Belalang yang miliki nama ilmiah Locusta Migratoria itu dilaporkan warga mulai nampak menyebar koloninya dan terus menebar ancaman pada delapan kecamatan.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumba Timur membenarkan terjadinya serangan dan ancaman hama belalang kembara.

“Hingga kini ada delapan kecamatan yang melaporkan adanya serangan hama belalang. Memang pada umumnya masih menyebar koloninya pada padang sabana, dan belum sampai merusak lahan pertanian dan tanaman pangan milik warga. Namun tetap saja mencemaskan warga, karena populasi dan juga penyebarannya tergolong cepat,” ungkap Oktavianus Mbaku Muku, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumba Timur, Rabu (01/07/2020).

Jika beberapa pekan lalu, demikian kata Oktavianus, belalang kembara masih berada di seputaran kecamatan Pandawai dan Kambera, kini belalang kembara bahkan telah mulai memasuki Kecamatan Kota Waingapu.

“Yang terbaru dan baru saja tadi tim kami ke lokasi, adanya serangan hama belalang pada persawahan warga di desa Kotak Kawau, Kecamatan Kahaungu Eti, dan lahan sayuran organik di daerah Mbatakapidu, Kecamatan Kota. Kami terima laporannya dan kami turunkan tim untuk melakukan pengendalian," tandas Oktavianus di Pelataran kantor Bupati Sumba Timur itu.

Mariana A. Praing, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan & Holtikultura yang kala itu mendampingi Oktavianus untuk melapokran serangan hama belalang dimaksud ke Bupati setempat menambahkan, sesuai data yang terangkum, serangan dan keberadaan koloni belalang itu cukup tinggi dan masif.

“Hingga kini terdata ada sebanyak 1.300 spot atau titik yang terdata ditemukan adanya koloni balalang kembara. Jadi setiap hari tim brigade pengendali belalang bekerja turun ke lokasi - lokasi yang dilaporkan. Hanya hari Minggu tim itu libur, beruntung ada bantuan pula dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam bentuk mobil operasional untuk mengangkut pestisida dan alat semprot. Kita berhasap belalang bisa dikendalikan atau dibattasi penyebarannya,” urai Mariana.

Terpantau di Mbatakapidu, Rabu (01/07/2020)jelang siang lalu, belalang kembara dalam koloni besar masih menunjukan eksistensinya. Selain telah membabat habis tanaman jagung dan sayuran warga, belalang yang masih belum miliki sayap itu, juga dengan cepat melompat dan merayap cepat begitu hendak didekati.

Belalang Kembara ini selain miliki tampilan berbeda dengan belalang kebanyakan, juga merupakan belalang kanibal, yakni akan memakan ‘rekannya’ yang sekarat dan juga mati.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini