Polisi Hong Kong Tangkap Lebih dari 300 Orang dalam Demonstrasi Menentang UU Keamanan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 02 Juli 2020 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 18 2240183 polisi-hong-kong-tangkap-lebih-dari-300-orang-dalam-demonstrasi-menentang-uu-keamanan-o9TyANYIjh.jpg Foto: Reuters.

HONG KONG - Polisi Hong Kong pada Rabu (1/7/2020) menembakkan meriam air dan gas air mata dan menangkap lebih dari 300 orang pada ketika para pengunjuk rasa turun sebagai bentuk penentangan atas undang-undang keamanan yang diterapkan China di kota itu.

Beijing mengungkap perincian undang-undang kontroversial itu pada Selasa malam (30/6/2020), setelah berminggu-minggu ketidakpastian. Undang-undang itu membuat Hong Kong, pusat keuangan yang menikmati lebih banyak kebebasan dibandingkan China daratan, menjadi lebih otoriter.

Ribuan orang turun ke jalan pada hari peringatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China pada tahun 1997 untuk mengecam undang-undang baru yang mulai berlaku pada Selasa malam itu. Situasi menjadi kacau setelah kerumunan massa turun ke jalan meneriakkan “tahan sampai akhir” dan “Kemerdekaan Hong Kong” berhadapan dengan polisi yang menembakkan meriam air, gas air mata, semprotan merica ke kerumunan, dan melakukan penangkapan.

Lebih dari 300 orang ditahan di kota itu pada Rabu, setidaknya sembilan dari mereka karena melanggar hukum keamanan nasional, demikian dilaporkan Reuters.

Satu orang difilmkan menangis di trotoar, rupanya setelah dibekuk ke tanah selama perkelahian, sementara yang lain terlihat ditahan oleh pasukan keamanan.

Parlemen China mengadopsi undang-undang keamanan tersebut sebagai tanggapan terhadap protes tahun lalu yang dipicu oleh kekhawatiran bahwa Beijing semakin kebebasan Hong Kong yang dijamin oleh formula "satu negara, dua sistem". Formula itu disetujui China saat kota tersebut dikembalikan dari kendali Inggris.

Polisi Hong Kong mengutip undang-undang itu dalam menghadapi para pengunjuk rasa.

"Anda menunjukkan bendera atau spanduk/slogan nyanyian/atau melakukan sendiri perbuatan dengan maksud seperti pemisahan diri atau subversi, yang mungkin merupakan pelanggaran di bawah... hukum keamanan nasional," kata polisi dalam sebuah pesan yang ditampilkan pada spanduk ungu.

Pihak berwenang di Beijing dan Hong Kong telah berulang kali mengatakan undang-undang ini ditujukan untuk beberapa "pembuat onar" dan tidak akan mempengaruhi hak dan kebebasan, atau kepentingan investor.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini