Miris, Nenek Penjual Canang Dibayar Pakai Uang Palsu

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 03 Juli 2020 01:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 244 2240365 miris-nenek-penjual-canang-dibayar-pakai-uang-palsu-tNK30FdlxJ.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

DENPASAR - Seorang nenek pedagang canang atau sarana upacara/sembahyang umat Hindu di Buleleng, Bali, menjadi korban penipuan setelah menerima pembayaran uang mainan pecahan Rp50.000. Polisi kini mencari keberadaan pembeli yang super tega itu.

Kisah pilu nenek Mangku Nyoman Nastri itu kini viral di media sosial. "Kasihan nenek ini, sudah tua dan penglihatannya tidak jelas, masih mencari nafkah. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya nenek ini jika tahu uang yang dipegang adalah uang mainan," tulis sejumlah akun di Instagram.

Di medsos itu disebutkan nenek Nyoman Nastri setiap hari berjualan di pinggir jalan Desa Banjarasem, Buleleng. Seluruh barang dagangannya adalah sarana upacara agama Hindu, seperti bungkak (buah kelapa muda), pisang dan berbagai canang.

Dari cerita di medsos itu, pembeli yang membayar dengan uang mainan pecahan Rp50.000 itu membeli sesaji senilai Rp10.000. Nenek Nyoman Nastri dengan polos memberikan kembalian senilai Rp40.000, tentunya dengan uang asli.

 Penipuan

Beragam kecaman diungkapkan nitizen. "Sungguh tega orang itu menipu nenek-nenek dengan uang mainan. Apalagi untuk sarana upacara. Semoga karma yang membalasnya," komentar seorang nitizen. Ada juga nitizen yang mendoakan. "Sabar ya nenek. Semoga rejekinya diganti dengan yang lebih besar"

Polisi yang telah mengetahui kejadian tersebut akan segera meminta keterangan Nenek Nyoman Nastri untuk memastikan kejadian yang menimpanya. Jika telah dipastikan kebenarannya, maka polisi akan melanjutkan mencari pembelinya.

"Ada unsur kesengajaan atau tidak. Jika sengaja, tentu akan ada sanksinya," kata Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, Kamis (7/2/2020).

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini