Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Staf PBB Dihukum Terkait Skandal Asusila di Mobil Dinas

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 03 Juli 2020 |08:30 WIB
Dua Staf PBB Dihukum Terkait Skandal Asusila di Mobil Dinas
Foto: Twitter.
A
A
A

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric menilai hukuman itu tepat "mengingat keseriusan tuduhan gagal mematuhi standar perilaku yang diharapkan dari pegawai sipil internasional."

UNTSO telah "terlibat kembali dalam kampanye peningkatan kesadaran yang kuat untuk mengingatkan personilnya tentang kewajiban mereka terhadap Kode Etik PBB," tambahnya sebagaimana dilansir BBC. Ketika video awalnya muncul, Dujarric mengatakan kepada wartawan bahwa dia "terkejut dan sangat terganggu" olehnya.

Laporan di media Israel mengidentifikasi salah satu pria yang terlibat sebagai petugas dari Trinidad. PBB tidak membenarkan atau membantah laporan tersebut.

Sebuah laporan PBB tentang pelanggaran seksual menyebutkan 175 tuduhan eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap anggota staf PBB pada 2019. Dari jumlah tersebut, 16 dikonfirmasi, 15 tidak terbukti, dan 144 masih dalam penyelidikan.

UNTSO awalnya didirikan pada 1948, untuk memantau gencatan senjata antara negara Israel yang baru diumumkan dan tetangga-tetangganya di Arab. Entah bagaimana hal itu tetap ada bahkan setelah dua perang besar pada 1967 dan 1973 membuat senjata gencatan senjata dipermasalahkan.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement