Menurut Soni, pelaku yang datang itu juga mengistilahkan pimpinannya dengan sebutan kanit, layaknya seorang kepala unit di kepolisian. Bahkan, mereka juga bersikap layaknya penegak hukum dari cara bicara dan bertingkah laku. Selain itu, mereka mengaku anggota uni buru sergap (buser).
"Mereka datang dan menginterogasi. Yang menginterogasi itu katanya kanit-nya. Mereka memanggilnya kanit, gitu. Kemudian ujung-ujungnya minta sumbangan. Katanya, sumbangan itu wajib untuk acara halal bihalal di kantor polisi. Ada tiga orang datang ke saya. Sisanya nunggu di mobil. Ya, mereka ngakunya dari Buser, banjunya juga pake baju bertuliskan police. Tapi mereka juga mengaku wartawan. Saya juga gak ngerti tuh," ujar Soni.
Diduga, para pelaku tak hanya beraksi di pangkalan elpiji 3 kg wilayah Kecamatan Darangdan. Pemilik pangkalan gas melon di daerah lain juga disebut-sebut menjadi korban komplotan ini.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.