BEKASI - Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Heri Purnomo mengungkapkan, mobil sopir taksi online yang ditemukan bersimbah darah dibagian leher ditemukan di kebun di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
"Di kebun, ditinggalin begitu saja tapi pintu posisi terkunci," ungkap Heri kepada wartawan, Senin (6/7/2020).
Setelah ditemukan, Heri pun mengaku, pihaknya kesulitan untuk membawa mobil tersebut, lantaran ketika ditemukan dalam kondisi terkunci.
Baca juga: Mobil Sopir Taksi Online yang Disayat Lehernya Ditemukan di Tangerang
Proses evakuasi mobil tersebut, kata Heri, cukup memakan waktu. Sehingga, dirinya memanggil tukang kunci untuk membuka mobil yang diduga milik korban Kamaludin (45).
"Tadi kita ke sana, kita upayakan dulu ada kunci serepnya tapi kita tadi enggak dapat, jadi agak lama hingga harus membawa tukang kunci," bebernya.
Baca juga: Alami Luka Sayat di Leher, Sopir Taksi Online Meninggal Dunia
Dia pun tak bisa memastikan, isi dari kendaraan korban yang dibuang pelaku itu. Pasalnya, pihaknya masih mendalami kasus ini.
"Karena kita ada giat rekonstruksi di sini. Jadi saya belum tahu di sana hasilnya gimana," katanya.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, korban merupakan pengemudi taksi online warga Perumahan Graha Melati, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban terakhir kali berkomunikasi saat hendak mengantar penumpang ke daerah Bekasi Timur.
"Berangkat dari rumah sejak Sabtu, (4/7) pukul 20.00 WIB, dia biasa mangkal di daerah Tambun, komunikasi terakhir dengan keluarga dia ada order ke Bekasi Timur," terangnya.
Sejak saat itu, korban Kamaludin menghilang tanpa kabar. Keluarga baru mengetahui keberadaanya saat sudah dibawa ke RSUD Kota Bekasi.
"Dugaan sementara pencurian dengan kekerasan, barang yang hilang berupa mobil Daihatsu Siegra dan satu unit ponsel milik korban," terang Erna.
Pihak kepolisian sampai saat ini, masih melakukan penyelidikan dugaan kasus pencurian dengan kekerasan tersebut.
"Kita masih lidik, cek TKP, mengumpulkan bukti-bukti, rekaman CCTV dan mencari saksi-saksi," pungkasnya.
(Awaludin)