Korban Tewas Banjir Jepang Capai 50 Orang, Pemerintah Gandakan Upaya Penyelamatan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 07 Juli 2020 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 18 2242559 korban-tewas-banjir-jepang-capai-50-orang-pemerintah-gandakan-upaya-penyelamatan-Uu3lw06ayK.jpg Rumah-rumah yang hancur akibat banjir di Prefektur Kumamoto. (Foto: Kyodo)

TOKYO – Otorita Jepang pada Selasa (7/7/2020) memperingatkan bahwa akan lebih banyak lagi hujan lebat yang turun di Pulau Kyushu, di bagian barat daya dan telah memperkuat operasi penyelamatan di saat di daerah yang dilanda banjir. Saat ini setidaknya 50 orang telah tewas dan selusin lainnya dilaporkan hilang.

Pemerintah mengatakan akan menggandakan personel penyelamat dan pertolongan saat hujan deras menghancurkan rumah-rumah dan menyebabkan tanah longsor. Insiden itu menjadi bencana alam terburuk di Jepang sejak Topan Hagibis menewaskan 90 orang pada Oktober.

"Bagian hujan diperkirakan akan tetap sampai tanggal 9 (Juli), dan hujan diperkirakan akan terjadi di bagian wilayah yang luas yang membentang dari barat ke Jepang timur," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam jumpa pers rutin sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa.

Polisi, Pasukan Bela Diri dan satuan Penjaga Pantai sedang melakukan upaya pencarian dan penyelamatan, kata Suga. Dia mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjaga keamanan mereka.

Gambar-gambar yang ditayangkan oleh lembaga penyiaran publik NHK menunjukkan sungai yang meluap, menghancurkan rumah-rumah dan jalan-jalan yang tertutup tanah longsor.

Mengutip kementerian pertahanan, Kyodo News melaporkan telah terjadi 71 tanah longsor di 12 prefektur dan lebih dari 1,3 juta orang telah diperintahkan untuk mengungsi.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pemerintah akan menggandakan personil penyelamat dan bantuan, dari tingkat sehari sebelumnya, menjadi 80.000.

Beberapa perusahaan di wilayah tersebut menghentikan sementara operasinya tetapi Suga mengatakan dia tidak memprediksi gangguan besar pada rantai pasokan, seperti yang terjadi dua tahun lalu ketika banjir yang mematikan juga melanda Kyushu.

(dka)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini