“Sudah bukan rahasia lagi, memasuki bulan ke delapan, banyak hasil survey bahwa Kabinet Kerja Jokowi menunjukkan ketidakpuasan publik. Jadi kami mendorong juga kepada Bapak Presiden untuk bisa mengevaluasi menteri yang terindikasi rapor merah itu,” pungkas Hasan Basri seraya menyatakan bahwa Komite II di tempatnya juga memiliki beberapa catatan tentang kinerja para menteri mitra Komite II.
Seperti diketahui, Rabu (8/7/2020), Pimpinan MPR RI menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua MPR Syarief Hasan sempat menyinggung soal reshuffle kabinet. Demikian dikatakan Ketua MPR Bambang Soesatyo usai pertemuan. Kendati begitu, dia mengaku tak tahu soal kepastian reshuffle kabinet, sebab hal itu merupakan hak prerogatif Jokowi.
Kendati begitu, Jokowi sempat mengungkapkan bahwa dirinya ingin jajaran menterinya bekerja secara maksimal. Terlebih, saat ini negara tengah mengalami krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19). “Secara implisit Bapak Presiden menginginkan kabinet ini bekerja maksimal. Secara implisit begitu. Jadi silakan diartikan, saya pikir itu,” tutup Syarief Hasan.
CM
(Yaomi Suhayatmi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.