BMKG Sebut DIY Sudah Masuki Musim Kemarau

Agregasi KR Jogja, · Rabu 08 Juli 2020 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 510 2243344 bmkg-sebut-diy-sudah-masuki-musim-kemarau-21niSZNRsp.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

YOGYAKARTA - Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya saat ini sudah masuk musim kemarau. Hal ini terlihat dari kondisi dinamika atmosfer seperti masih kuatnya pergerakan angin monsoon australia (angin timuran), dan dari monitoring data curah hujan juga menunjukkan masih periode kemarau. Dimana curah hujan perdasarian masih di bawah 50 mm/dasarian.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum mengatakan, kondisi tersebut sesuai dengan definisi musim kemarau. Yakni suatu daerah dikatakan sudah memasuki masuk musim kemarau apabila curah hujan dalam 1 das

“Hujan yang terjadi pada sore menjelang malam di beberapa tempat khususnya di Sleman adalah skala lokal dan akumulatif hujan umumnya dalam kategori yang tidak terlalu besar. Diprediksi hujan dalam dasarian 1 Juli ini berpotensi muncul dibeberapa tempat namun dalam kategori yang rendah, khususnya bagian utara DIY. Jumlah curah hujan diprediksi hanya berkisar 0 -20 mm/dasarian,” kata Etik.

Secara umum hujan yang terjadi pada hari masih dalam kategori normal. Hujan dimusim kemarau masih memungkinkan terjadi. Hanya saja sifat hujannya rendah, tidak merata, lokal dan tidak kontinue.

 Cuaca Panas

Lebih lanjut, Etik menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan pola angin sampai dengan awal bulan Juli ini angin timuran masih mendominasi khususnya wilayah Jawa diprediksikan sampai dengan 2-3 bulan kedepan angin timuran masih mendominasi.

“Artinya periode musim kemarau masih akan berlangsung. Dan untuk Puncak musim kemarau diprakirakan terjadi di bulan Agustus 2020,” urainya.

Ia pun mengimbauan memasuki musim kemarau, masyarakat agar mulai mempersiapkan diri seperti mulai menghemat air, menjaga kesehatan. Terutama siang hari yang cukup panas, mengurangi aktifitas diluar ruangan. Petani juga mulai mempersiapkan pola tanam yang sesuai iklim kemarau agar tidak mengalami gagal panen.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantara mengatakan, secara konvensional saat ini di DIY memang sudah masuk musim kemarau. Namun, saat ini masyarakat juga harus diminta untuk selalu mewaspadai kondisi Gunung Merapi.

“Berdasarkan hasil analisa dari pihak terkait, aktivitas Gunung Merapi sedikit meningkat. Jadi masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Gendol agar selalu waspada. Terutama penambang. Harus betul-betul waspada,” kata Biwara.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini