Pernikahan Beda Generasi di Pinrang Berujung Pidana, Ada Kasus yang Ditutupi

Herman Amiruddin, Okezone · Jum'at 10 Juli 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 609 2244501 pernikahan-beda-generasi-di-pinrang-berujung-pidana-ada-kasus-yang-ditutupi-6cLaEXCrrH.jpg Foto: Istimewa

PINRANG - Pernikahan beda generasi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu berujung pidana terhadap ayah tiri dari pengantin wanita.

Ayah Tiri dari NS (12) yang diketahui bernama Sappe (39) ditetapkan sebagai tersangka oleh satuan reserse kriminal ( Satreskrim ) Polres Pinrang, setelah diketahui telah mencabuli SF sejak tahun 2018.

Dari hasil pemeriksaan polisi, puncak aksi bejat pelaku dilakukan pada Juni 2020, pada saat korban telah menjalankan ibadah sholat magrib, lalu pelaku menjeput korban di masjid dengan alasan mengajak untuk mengambil telur untuk dijual.

Namun ajakan pelaku hanyalah sebuah tipuan belaka, pelaku justru membawa korban ke kebun untuk disetubuhi secara paksa.

"Alasan minta ditemani untuk mengambil telur, tapi bukannya pergi ambil telur, korban justru dibawa ke kebun untuk digauli oleh pelaku," sebut Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara.

Sementara pernikahan antara NS dan Baharuddin (44) diduga hanyalah tameng untuk menutupi aib aksi bejat pelaku.

Baca Juga: Pria Tunanetra 44 Tahun Nikahi Gadis 12 Tahun, Polisi: Mereka Sempat Pacaran 

Rencana menutupi kasus ini sebelumnya berjalan lancar karena kebetulan mempelai pria yang merupakan tetangga sedang mencari pendamping hidup.

Pelaku menyodorkan korban untuk dinikahkan dengan Baharuddin disertai iming-iming satu unit HP.

"Jadi kebetulan Baharuddin ini datang ke Pinrang untuk mencari pasangan hidup, lalu datanglah pelaku menyodorkan korban untuk dinikahkan dengan Baharuddin, yang dimana korban juga diiming-imingi handphone apabila bersedia dinikahkan," ucap AKP Dharma Negara.

Hingga kini pelaku ditahan di Mapolres Pinrang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pelaku dijerat pasal 81 ayat 3 juncto 36 B dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini