Polisi Tetapkan Mandor sebagai Tersangka Tewasnya ABK WNI di Kapal China

Gusti Yennosa, iNews · Sabtu 11 Juli 2020 01:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 11 340 2244656 polisi-tetapkan-mandor-sebagai-tersangka-tewasnya-abk-wni-di-kapal-china-peKuElQooS.jpg Petugas evakuasi ABK WNI yang ditemukan tewas di Kapal China (Foto: iNews)

BATAM - Paska ditemukannya jenazah Hasan Afriadi di dalam lemari pendingin di kapal ikan berbendera China di perairan Pulau Nipah, polisi terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kru dan anak buah kapal (ABK) Kapal Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117. Dari pemeriksaan awal, polisi menetapkan satu warga China sebagai tersangka penganiayaan terhadap korban Hasan Afriadi.

Menurut keterangan Jonathan, salah seorang WNI ABK Kapal Lu Huang Yuan Yu 118, dia dan termasuk ABK lainnya asal Indonesia kerap menjadi sasaran penganiayaan para ABK asal China, Terutama oleh mandor dan nahkoda kapal.

Kekerasan fisik yang dialami para ABK asal Indonesia berlangsung hampir setiap hari. Tak hanya dengan kosong, mandor dan nahkoda kapal juga kerap menganiaya menggunakan besi, kayu dan peralatan lainnya. Korban Hasan Afriadi tewas juga karena disiksa oleh mandor kapal China tersebut.

Baca Juga: ABK WNI Tewas di Kapal China, DPR: Tamparan Keras bagi Indonesia 

Sementara itu, Dirkrimum Polda Kepri Kombes Arie Darmanto mengatakan, dari keterangan saksi, penyidik sementara menetapkan satu tersangka yakni S, warga negara China yang merupakan mandor kapal ikan tersebut. S diketahui kerap menyiksa Hasan yang berujung tewasnya korban.

Dari hasil visum, diketahui korban meninggal dunia akibat penganiayaan. Ditemukan banyak luka lebam akibat benda tumpul di bagian kepala, dada, punggung dan pinggang.

"Kita sudah menetapkan tersangka terhadap mandor atas nama Mister S terkait apa yang dilakukannya saat mencari ikan yang dilakukan terhadap korban almarhum Hasan," ujarnya, Jumat (10/7/2020).

Baca Juga: ABK WNI Tewas Diduga Disiksa di Kapal China, Jasadnya Disimpan di Freezer 

Sebelumnya TNI AL bersama Polair Polda Kepri mengamankan dua kapal ikan berbendera China di perairan Pulau Nipah. Dua kapal nelayan yakni, Lu Huang Yuan Yu 118 dan Lu Huang Yuan Yu 117 ini sebelumnya dilaporkan oleh keluarga salah seorang ABK terkait penganiayaan. Saat digeledah, petugas menemukan jasad Hasan Afriadi, ABK asal Lampung yang disimpan di dalam lemari pendingin ikan di bagian palka kapal.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini