Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nyetir Sambil Momong Bayi, Truk di Sragen Terguling Tewaskan 3 Orang

Agregasi Solopos , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2020 |15:47 WIB
<i>Nyetir</i> Sambil Momong Bayi, Truk di Sragen Terguling Tewaskan 3 Orang
Anggota Satlantas Polres Sragen melakukan olah TKP tergulingnya truk yang tewaskan 3 ornag (foto: Istimewa)
A
A
A

SRAGEN – Insiden kecelakaan maut yang menewaskan 3 orang akibat tertimpa truk terguling di jalan Plupuh-Gemolong, Sragen, Jumat (3/7/2020) lalu, terungkap penyebabnya. 

Usut punya usut, ternyata sang sopir truk terguling, Agus Wahyudi, 26, warga Dukuh Sukorejo, Desa Tegaldowo, Gemolong, Sragen, mengemudikan truk sambil momong bocah balita berusia dua tahun.

Triyono, 40, warga Dukuh Ngrombo, Desa Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Sragen, yang tinggal tak jauh dari lokasi truk terguling mengemukakan sopir truk itu kedapatan membawa anak kecil yang masih berusia dua tahun di kabin truk.

Dia dan warga sekitar melihat langsung anak balita yang dibawa oleh sopir truk Agus Wahyudi. Dia menduga, kemungkinan balita itu rewel ketika diajak duduk di kabin depan truk.

“Kemungkinan [anak] balita itu memegang kemudi lalu membuat laju kendaraan tiba-tiba oleng hingga akhirnya terguling dan menimpa tiga warga. Kalau sambil momong, sopir jadi kehilangan konsentrasi saat mengemudi,” jelas Triyono kepada Solopos.com, di Sragen, Senin (13/7/2020).

Triyono mengatakan sebelum kecelakaan maut di Sragen itu terjadi, warga sekitar sudah banyak yang mengenal Agus Wahyudi.

Sebelum kecelakaan truk terguling terjadi, Agus sudah biasa mengemudikan kendaraan berat itu dengan kecepatan tinggi di jalan Plupuh-Gemolong.

Kondisi jalan di wilayah Plupuh Sragen itu baik karena sudah dicor beton sehingga dinilai menjadi pemicu para sopir, termasuk sopir truk, mengemudi dengan kecepatan tinggi.

“Meski jalan sudah baik, mestinya bukan jadi alasan untuk mengemudikan truk ugal-ugalan. Harus tetap hati-hati. Mengemudi sambil momong balita usia dua tahun itu tentu sangat berbahaya,” papar Triyono.

Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Sugiyanto, membenarkan Agus Wahyudi mengemudikan truk sambil momong anak balita berusia dua tahun.

Meski truk terguling, Agus Wahyudi dan balita dua tahun itu tidak mengalami luka. Namun, truk yang terguling itu menimpa tiga warga hingga tewas.

“Ya [benar sopir mengemudi truk sambil momong balita berusia dua tahun]. Anaknya tidak apa-apa,” ujar AKP Sugiyanto dalam pesan singkat yang diterima Solopos.com.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement