Cerita Ribuan Warga Perbatasan yang Diselamatkan Jembatan Gantung

Sefnat Besie, iNews · Rabu 15 Juli 2020 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 340 2247049 cerita-ribuan-warga-perbatasan-yang-diselamatkan-jembatan-gantung-Lxgnq60w9I.jpg Warga TTU harus berjuang menyeberangi sungai (Foto: iNews/Sefnat Besie)

KEFAMENANU - Ketiadaan jembatan penghubung antara Desa Noepesu di Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Desa Bonle'u di Kecamatan Kabupaten Timor Tengah Selatan NTT, membuat 4.500 kepala Keluarga (KK) yang menghuni dua desa itu kesulitan memasarkan hasil bumi mereka ke pasar terdekat.

Kondisi itu diperparah lagi bila arus banjir di sungai Noepesu meluap, mereka terpaksa harus menunggu berjam-jam agar banjir surut baru bisa melintas. Tak hanya itu, sebagian warga yang nekat menerobos harus kehilangan nyawa karena terbawa arus banjir yang deras.

Sejak 10 tahun terakhir, usulan dari masyarakat dua desa kepada pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan penghubung pun tak kunjung direstui, wargapun ahirnya pasrah karena pemerintah saat ini sedang fokus mengalihkan dana miliaran rupiah demi penanganan wabah Covid-19.

"Kalau banjir penuh kami stengah mati, tidak bisa langgar, biasanya untuk bawa hasil bumi ke pasar eban kami harus melintasi sungai ini," kisah Yonadab Liem, warga Desa Bonleu, Kecamatan Tobu.

Melihat kondisi tersebut, TNI Perbatasan RI-RDTL Sektor Barat, Yonif 132/BS berinisiatif membangun sebuah jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan nama Jembatan Bima Sakti yang menghubungkan dua desa. TNI ingin membuka isolasi ekonomi 4500 warga yang selama ini dan TNI ingin agar tidak ada korban jiwa akibat terbawa arus banjir saat warga menerobos banjir hanya untuk memasarkan hasil bumi mereka.

"Ini merupakan santi aji TNI, salahsatunya adalah mengatasi kesulitan warga di sekeliling, dalam hal ini masyarakat Desa Noepsu dan Bonleu mengalami kesulitan dalam hal penyeberangan karena sungai kalau banjir setiap tahun memakan korban, oleh karena itu kami berusaha memberikan apa yang bisa kami berikan untuk masyrakat, kita bantu satu jembatan gantung dan akan dimanfaatkan oleh 5400 kepala keluarga," ujar Letkol Inf Wisyudha Utama, Komandan Satgas Perbatasan RI-RDTL Sektor Barat, Yonif 132/BS.

Ilustrasi

Ketua Tim Ekspedisi seribu jembatan Gantung untuk Indonesia yang hadir pada saat pengerjaan hingga peresmian mengatakan Konstruksi jembatan gantung ini bisa bertahan hingga 15 tahun, dan merupakan jembatan gantung terindah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Dari sisi material bisa bertahan 15 tahun, kecuali untuk papan per dua tahun bisa diganti, ya dari 102 jembatan yang dibangun di 12 provinsi di Indonesia itu, jembatan gantung tertinggi di Papua Puncak Jaya, jembatan gantung terpanjang ada di jawa dan jembatan gantung terindah ada di NTT dan ini adalah rangkaian dari program kita ekspedisi seribu jembatan gantung untuk indonesia," terang Tedi Ixdiana Komandan Vertikal Rescue Indonesia

Di samping jembatan ini juga sudah dilengkapi dengan lokasi untuk warga bisa berswafoto, Indahnya jembatan Gantung Bima Sakti di Desa Noepesu menarik perhatian pengunjung untuk berswafoto berlama-lama dengan latar belakang bukit dan sawah yang menghijau.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini