Presiden Jokowi Sampaikan Duka ke Keluarga Korban Meninggal Banjir Luwu Utara

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 17 Juli 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 340 2247881 presiden-jokowi-sampaikan-duka-ke-puluhan-korban-meninggal-banjir-bandang-luwu-utara-TvyEv0bynw.png Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara (foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbela sungkawa atas korban meninggal puluhan orang dalam bencana banjir bandang yang melanda wilayah Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan catatan Okezone, dari 69 warga yang dilaporkan hilang, telah ditemukan 24 korban dalam kondisi tewas.

"Saya menyampaikan dukacita yang dalam atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana ini, dan kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan, kiranya diberi-Nya kesabaran dan kekuatan," ucapnya melalui akun Instagram resminya @jokowi, Jumat (17/6/2020).

Jokowi menuturkan, curah hujan tinggi pada Senin 13 Juli lalu telah membawa banjir bandang dari hulu sungai ke Kecamatan Masamba, yang membuat sebagian kawasan kota di sana tertutup lumpur pasir, menimbulkan kerusakan rumah dan bangunan publik.

(Baca Juga: Banjir Luwu Utara, 10 Rumah Hanyut dan 213 Unit Tertimbun Lumpur)

"Dari Jakarta, saya telah memerintahkan Menteri PUPR untuk segera turun ke Luwu Utara bekerja sama dengan Pemerintah Sulawesi Selatan, TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD setempat, melakukan upaya penanganan darurat dan segera memulihkan kondisi Masamba," pungkas dia.

Ratusan Rumah Rusak

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar membeberkan kondisi terkini sejumlah daerah yang sempat terendam banjir bandang sejak Senin, 13 Juli 2020 malam. Pantauan di lapangan, kondisi daerah yang terendam banjir masih memprihatinkan.

 Banjir Luwu

(Baca Juga: Banjir Luwu Utara, Masih Banyak Warga yang Hilang)

Muslim mengatakan hampir seluruh rumah yang terendam banjir, saat ini kondisinya dipenuhi lumpur. Berdasarkan data yang tercatat oleh BPBD Luwu Utara, 213 rumah yang tertimbun lumpur.

"Sebanyak 213 rumah yang tertimbun oleh sedimen material lumpur, 10 rumah hanyut. Ada juga beberapa rumah yang sudah luluh lantak, tidak berbentuk seperti rumah," kata Muslim dalam tayangan iNews sore, Rabu (15/7/2020).

Lebih lanjut, kata Muslim, sejumlah daerah yang diterjang banjir bandang hingga kini masih gelap gulita karena adanya pemadaman listrik. Pemadaman dilakukan sesaat banjir bandang menerjang Luwu Utata. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi ada maayarakat yang tersetrum.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini