JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pemerintah telah menyiapkan mekanisme penanganan bencana yang berjenjang bagi korban banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Ia menjelaskan bantuan disalurkan berdasarkan hasil asesmen bersama pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Bagi yang meninggal dunia ada santunan Rp15 juta yang diterima oleh ahli waris. Kemudian, ada dukungan bagi yang luka-luka berat itu sebesar Rp5 juta,” ujarnya.
Pada tahap rekonstruksi, rumah warga akan diklasifikasikan dalam kategori rusak berat, sedang, dan ringan. Pemerintah juga akan menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat.
“Nah, setelah itu nanti jika memang dibutuhkan tentu akan ada huntara (hunian sementara). Ini kan tempat pengungsian, tapi nanti juga ada bantuan untuk menunggu rumah-rumah yang rusak berat bisa dibangun kembali,” kata Gus Ipul.
Keluarga terdampak yang telah menempati huntara atau huntap akan menerima bantuan lanjutan berupa pengisian rumah, jaminan hidup (jadup), dan pemberdayaan ekonomi.