Misteri Mayat Bocah di Dalam Toren Terungkap, Pembunuh Ternyata Ayah Tiri

CDB Yudistira, Okezone · Senin 20 Juli 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 525 2249037 misteri-mayat-bocah-di-dalam-toren-terungkap-pembunuh-ternyata-ayah-tiri-FmZJF1AoaJ.jpg Foto: Shutterstock

BANDUNG - Misteri mayat bocah lima tahun bernama Aulia Eka Yanti akhirnya terungkap. Adalah ayah tirinya, Hamid Arifin yang tega menghabisi bocah malang itu.

"Korban dihabisi dengan cara ditenggelamkan ke dalam toren," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, saat ungkap kasus di Mapolresta, Senin (20/7/2020).

Hendra menuturkan, sebelum dieksekusi, pelaku baru pulang mengamen. Saat itu, ia dalam kondisi mabuk dan pengaruh obat-obatan, pada Kamis 16 Juli, malam sekira pukul 22.00 wib.

Sesampainya di rumah, pelaku ditanyai oleh korban yang menanyakan soal keberadaan ibunya. Karena ditanya dengan perkataan kasar, Hamid pun tak terima, ia lalu menarik korban dan membawanya ke lantai atas. Lalu korban di tenggelamkan di dalam toren.

"Pelaku memegangi kaki korban selama 10 menit hingga korban tak bergerak," ucapnya.

Kemudian, pelaku pun kembali ke rumah dan membuat kondisi rumah seolah-olah tidak terjadi apapun. Tak lama istri yang juga ibu korban pun pulang. Sang istri sempat kebingungan, karena tidak mendapati keberadaan anaknya.

Pelaku pun seolah-olah kebingungan. Ia pura-pura mencari keberadaan korban. Karena tak kunjung ditemukan, pencarian pun dilanjutkan keesokan harinya.

Baca Juga: Polisi Temukan Alat Bukti Pebunuhan di Kasus Bocah Tewas Dalam Toren

Saat tengah pencarian, kerabat keluarga sempat ingin melapor ke polisi. Namun Hamid meminta untuk mencari ke lantai atas. Saat dilakukan pencarian ke atas, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dalam toren.

Informasi temuan jasad Aulia pun, dilaporkan kepada pihak kepolisian. Polisi langsung datang ke lokasi kejadian. Dari olah tempat kejadian, ditemukan ada bekas luka di tubuh korban.

Polisi bergerak cepat dengan memeriksa saksi termasuk pelaku. Dari pemeriksaan itu, pelaku pun mengakui perbuatannya.

"Dalam kasus ini terhadap pelaku dengan Pasal 80 ayat 3 UU nomor 17 tahun 2016, soal kekerasan terhadap anak dan Pasal 338 KUHPidana, tentang pembunuhan. Ancaman pidana 15 tahun," pungkasnya.

Sementara itu, Hamid mengaku kesal terhadap korban yang suka berkata kasar. Kekesalannya memuncak saat korban berkata kasat dengan menanyakan keberadaan ibunya.

"Saya kesal dia suka ngomong kasar. Tapi saya menyesal," singkat Hamid.

Diberitakan sebelumnya, warga Kampung Babakan Stasion, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, digegerkan temuan mayat di dalam toren pengisian air yang terletak di lantai tiga kontrakan, Jumat 17 Juli.

Penemuan mayat bocah berusia lima tahun bernama Aulia ini berawal dari ibu serta ayah tiri korban mencari keberadaan Aulia. Bocah malang itu hilang sejak Kamis 16 Juli malam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini