Polisi Temukan Alat Bukti Pebunuhan di Kasus Bocah Tewas Dalam Toren

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 18 Juli 2020 22:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 525 2248594 polisi-temukan-alat-bukti-pebunuhan-di-kasus-bocah-tewas-dalam-toren-e63lnRCfW8.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

BANDUNG – Kasus kematian Aulia Eka Yanti (5) yang ditemukan dalam toren di rumah kontrakan menemukan titik terang. Polisi mengantongi sejumlah alat bukti pembunuhan pada peristiwa yang terjadi di Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung tersebut.

Satreskrim Polresta Bandung akan mencocokkan alat bukti tersebut dengan hasil autopsi yang dilakukan dokter forensik RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung.

"Mungkin nanti bisa disampaikan dengan adanya alat bukti di TKP bisa menujukkan siapa atau apa yang tejadi sebenarnya," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan seperti dilansir dari Sindonews.com, Sabtu (18/7/2020).

Kombes Pol Hendra mengemukakan, sejak jasad korban ditemukan pada Jumat 17 Juli 2020, pagi, penyidik telah menduga ada unsur kesengajaan atau pembunuhan. "Memamg ada dugaan atau kecurigaan ini (korban Aulia meninggal) disengaja (dibunuh). Ini akan didalami motifnya," ujar Hendra.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandung AKP Agta Bhuana Putra mengatakan, memeriksa intensif empat saksi yang merupakan keluarga korban. Keempat saksi antara lain,Hamid Arifin (25), Asih (20) ibu kandung Aulia, dan dua paman tiri korban, RF (13) dan IH (8).

"Hari ini hasil autopsi keluar dari rumah sakit. Kami akan dalamidan cocokan dengan alat bukti yang ditemukan," tutur AKP Agta.

Seperti diberitakan, Aulia ditemukan tak bernyawa di dalam penampungan air yang berada di lantai 3 rumah kontrakan keluarganya, Kampung Babakan DKA RT 02/08, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (17/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga : Ayah Editor Metro TV: Mungkin Maksud Polisi Bukan Bohong, tapi Kurang Sinkron

Baca Juga : Underpass Senen Menuju Cempaka Putih Ditutup, Begini Pengalihan Arusnya

Bocah perempuan malang itu ditemukan ayah tirinya, Hamid Arifin (25), dan dua paman tiri korban, RF (13) dan IH (8). Hamid Arifin lalu melapor ke ketua RT setempat. Selanjutnya ketua RT melapor ke Polsek Cicalengka.

Setelah dievakuasi ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung, penyelidikan dan penyidikan kasus kematian korban Aulia diambil alih Satreskrim Polresta Bandung.

Penyidik menduga telah terjadi pembunuhan terhadap Aulia. Sebab, anak sekecil itu tidak mungkin naik ke atas lantai tiga rumah dan menceburkan diri ke toren berisi 500 liter air.

"Anak kecil ga mungkin bisa naik ke situ. Ada dugaan pembunuhan, tinggal kami cari tersangkanya," kata Kasat Reskrim AKP Agta.

Berdasarkan laporan Polsek Cicalengka, korban Aulia tinggal bersama ayah tiri Hamid Arifin yang berprofesi sebagai pengamen. Begitu pun ibu kandungnya, Asih, juga pengamen. Sedangkan dua paman tiri korban, RF dan IH merupakan anak jalanan yang kerap mengamen di perempatan.

Mereka tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan milik Asep. Sebelum ditemukan, keluarga korban mengaku Aulia hilang sejak pukul 21.00 WIB, Kamis (16/7/2020). Mereka telah berusaha mencari semalaman. Namun karena malam telah larut, pencarian terhadap Aulia dihentikan dan dilanjutkan pada Jumat pagi.

Pada Jumat pagi, mereka mencari keberadaan Aulia. Sekitar pukul 09.00 WIB, ayah tiri korban Hamid Arifin, paman tiri korban RF dan IH menemukan Aulia mengambang di toren berisi 500 liter air. Saat ditemukan korban mengenakan kaus hitam motif bunga dan celana pendek warna hitam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini