Pengungsi Banjir Luwu Utara Mulai Terserang Penyakit Diare hingga Sakit Pernafasan

Nasruddin, iNews · Senin 20 Juli 2020 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 20 609 2248947 pengungsi-banjir-luwu-utara-mulai-terserang-penyakit-diare-hingga-sakit-pernafasan-vtMvxD4GER.jpg Foto: Sindonews

LUWU UTARA - Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, masih menyisahkan duka mendalam bagi para korban.

Hingga siang ini, Senin (20/7/2020) masih ada 11 orang dinyatakan hilang, sementara 38 korban ditemukan meninggal dunia, sesuai data dari Basarnas Posko Radda.

Memasuki hari ke delapan bencana banjir di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian para korban hilang.

Tercatat masih ada 11 korban yang masih dinyatakan hilang sesuai laporan warga yang masuk ke posko basarnas radda. Sementara 38 korban sudah dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 51 korban bencana banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di daerah tersebut, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Andi Djemma Masamba serta di Rumah Sakit Umum Hikma.

Selain mengkibatkan korban jiwa, banjir bandang ini, juga merusak sekitar 4.000 rumah warga, sehingga menyebabkan kurang lebih 14 ribu warga mengungsi di sejumlah titik.

Kondisi warga yang masih bertahan di tempat pengungsian kini mulai terserang sejumlah penyakit. Di antaranya, infeksi saluran pernafasan akut, gatal-gatal, diare kronis, demam, serta sebagian masih mengalami trauma.

Menurut tim medis dari Public Safety Center (PSC) 199 Kota Palopo, yang menangani kesehatan pengungsi, Dokter Andi Fadly, bahwa sudah ada ratusan pasien dari pengungsi yang menderita penyakit ISPA, demam, gatal-gatal, serta diare kronis.

"Kami juga menangani sedikitnya 34 pasien korban bencana banjir bandang dalam keadaan hamil," jelas Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini