JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR, Arwani Thomafi mengakui pemerintah yang lebih ngotot ingin Pilkada Serentak 2020 digelar pada Desember 2020. Di sisi lain, angka penularan virus corona belum menunjukkan tren penuruan signifikan.
"Harus kita sampaikan memang pemerintah yang memang punya kepercayaan diri bisa memberikan syarat, jaminan ya," ujarnya dalam diskusi MNC Trijaya bertajuk 'Menghitung Kualitas Pilkada saat Pandemi', Sabtu (25/7/2020).
Karena pemerintah beserta perangkat eksekutif lainnya bersedia memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat, akhirnya DPR menyetujui Pilkada Serentak 2020 digelar Desember.
"Termasuk gugus tugas pada saat itu juga hadir dalam rapat, Menkeu dari sisi keuangan juga hadir pada saat itu. Sehingga yaudah, anggaran pasti naik Menkeu menjamin. Gugus tugas menjamin penerapan itu praktiknya bisa dilakukan," jelas politkus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
Arwani menuturkan, jika merujuk pada risalah rapat di Komisi II DPR, sebenarnya dewan merasa berat memutuskan Pilkada 2020 pada Desember. Pasalnya tren penyebaran corona belum menurun.