Baca Juga: Pramugari Cantik Buka Warkop di Tikungan Jalan, Pelanggan: Rasanya Bisa Semriwing
Lalu bagaimana ceritanya sehingga ia menerapkan konsep tersebut? Asep menjelaskan bahwa sebenarnya ia sudah membuka kedai sejak Januari 2020. Lalu pandemi Covid-19 membuat kedainya tak bisa beroperasi secara normal
Hingga akhirnya, belakangan ini mulai distabilkan jam operasional dengan sedikit mengubah konsep kedai pada awal Juli 2020. Sebagai ungkapan rasa syukur atas diberikannya ixin berkegiatan seperti biasa di Kabupaten Kendal, Ahmad pun membuat program untuk berbagi kepada sesama, yaitu Makan Sepuasnya Bayar Sesukanya.
Sementara itu salah seorang pengunjung, Lativ Shaykhoni mengaku senang dengan program berbagi yang digalangkan asep. Terlebih saat banyak warga membutuhkan uluran tangan untuk makan dengan budget seadanya.
Sebelumnya dikabarkan Renita Fridasari (23) juga membuat warung berkonsep warung tikungan. Disebut demikian karena posisinya berada persis di sisi jalan yang menikung.
Renita sendiri sebenarnya seorang pramugari yang dirumahkan karena terimbas pandemi virus corona (Covid-19).