"Ada guru yang keliling di Lumajang, ada guru sambang, banyak kearifan lokal yang dilakukan. Tidak bisa pukul rata, tetapi bagi yang tetap menggunakan daring, kuota itu bisa dibantu dari BOS, kita buka untuk itu," tuturnya kembali.
Selain itu Emil mendorong penggunaan dana desa maupun fasilitas desa untuk pembelajaran bagi anak-anak. "Itu yang sudah disampaikan gubernur, sebenarnya untuk digunakan dana desa untuk mengarah membantu menyediakan akses kuota untuk warga," ucapnya.
"Semua harus didorong untuk bisa menjawab persoalan-persoalan, jadi tidak bisa mengandalkan satu sumber, kita semua sama-sama. Harapannya ada ruang di kabupaten kota, juga desa untuk ikut sama-sama gali sumber untuk membantu pembelajaran jarak jauh ini," tutupnya.
Baca Juga: Siap-Siap, Pelanggar Protokol Kesehatan di Jatim Bisa Kena Kurung 3 Bulan
(Abu Sahma Pane)