Timbulkan Awan Jamur, Ledakan Beirut Sempat Dikira Bom Nuklir

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 05 Agustus 2020 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 18 2257120 timbulkan-awan-jamur-ledakan-beirut-sempat-dikira-bom-nuklir-2efYRhFWPB.jpg Foto: Twitter/@jhamoluv.

BEIRUT – Ledakan dahsyat yang mengguncang Beirut pada Selasa (4/8/2020) menewaskan lebih dari 70 orang dan melukai 2.700 lainnya menimbulkan kepanikan. Di tengah simpang siur informasi pada masa-masa awal kejadian, muncul dugaan ledakan itu disebabkan oleh senjata nuklir.

Saat rekaman dari insiden itu beredar di media sosial menunjukkan ada awan jamur yang muncul setelah ledakan, beberapa pihak segera menduga sebuah bom nuklir telah meledak di Ibu Kota Lebanon.

"Ya Tuhan. Media Lebanon mengatakan (ledakan) itu adalah pabrik kembang api. Tidak. Itu awan jamur. Itu (bom) atom," tulis seorang pengguna media sosial di Twitter. Cuitan itu kemudian dibagikan ribuan kali sebelum akhirnya dihapus.

BACA JUGA: Update Ledakan di Beirut, Menkes Lebanon Catat 70 Tewas dan 2.700 Terluka

Namun, para pakar segera membantah dugaan ledakan bom nuklir tersebut.

Peneliti sejarah senjata nuklir dari University of New Mexico, Martin Pfeiffer mengatakan bahwa ledakan itu “jelas bukan dari bom nuklir”. Dalam sebuah posting di Twitter, Pfeiffer mengatakan ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh kembang api atau bahan kimia.

Dilansir Business Insider, Pfeiffer mengindikasikan bahwa ledakan di Beirut tidak memiliki dua hal yang menjadi ciri khas ledakan nuklir: "kilatan putih menyilaukan" dan gelombang panas, yang dapat memicu kebakaran di seluruh daerah sekitar ledakan dan menyebabkan luka bakar parah pada kulit manusia.

BACA JUGA: PM Lebanon Sebut Ledakan di Beirut Dipicu 2.750 Ton Ammonium Nitrat Ilegal

Vipin Narang, yang mempelajari proliferasi dan strategi nuklir di Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengatakan bahwa ledakan di Beirut memiliki kekuatan setara 240 ton TNT, namun relatif kecil jika dibandingkan dengan ledakan bom atom Hiroshima pada 1945 yang hampir 1.000 kali lebih kuat.

Seperti juga Pfeiffer, Narang juga menyebutkan tidak adanya “kilatan putih” jelas menunjukkan bahwa ledakan di Beirut bukan dihasilkan dari ledakan senjata nuklir.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan bahwa ledakan itu disebabkan oleh 2.750 ton ammonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di pelabuhan Beirut. Dia menyatakan akan memburu pihak yang bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini