Tanpa Bukti, Trump Ulangi Klaim Ledakan Beirut Disebabkan Serangan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 06 Agustus 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 18 2257844 tak-berikan-bukti-trump-ulangi-klaim-ledakan-beirut-disebabkan-serangan-cinrKXRwvQ.jpg Foto: Twitter.

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengatakan bahwa ledakan dahsyat yang menewaskan setidaknya 135 orang dan melukai lebih dari 5.000 lainnya di Beirut, Lebanon mungkin adalah serangan yang disengaja. Sejauh ini Trump tidak memberikan bukti yang mendukung dugaannya tersebut.

"Bagaimana Anda bisa mengatakan kecelakaan jika seseorang meninggalkan beberapa jenis alat peledak yang mengerikan dan mungkin benda-benda di sekitarnya, mungkin memang begitu. Mungkin itu serangan," kata Trump kepada wartawan selama briefing Gedung Putih sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (6/8/2020).

"Kurasa tidak ada yang bisa mengatakannya sekarang. Kami sedang menyelidikinya dengan sangat teliti sekarang."

BACA JUGA: Trump Sampaikan Belasungkawa pada Korban Ledakan Beirut, Janji AS Siap Membantu

Sebelumnya Trump pada Rabu (5/8/2020) mengatakan bahwa ledakan yang meluluhlantakkan sebagian Ibu Kota Lebanon itu disebabkan oleh serangan bom, dengan mengutip informasi dari beberapa pejabat militer AS. Namun, pernyataan itu telah dibantah oleh Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, yang mengatakan bahwa tidak ada indikasi ledakan itu adalah sebuah serangan.

BACA JUGA: Ledakan Beirut, Gadis Kecil Ditemukan Hidup Setelah 24 Jam Terkubur di Bawah Puing

Menteri Pertahanan Mark Esper juga sebelumnya telah membantah spekulasi Trump, mengatakan bahwa kebanyakan orang percaya ledakan itu “adalah kecelakaan seperti yang dilaporkan”.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan, ledakan itu dipicu oleh 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di sebuah gudang di Pelabuhan Beirut selama bertahun-tahun. Tumpukan bahan mudah meledak itu diduga terbakar dan meledak setelah terkena percikan api dari pekerjaan pengelasan di pelabuhan.

Pihak berwenang Lebanon telah menahan sejumlah pejabat pelabuhan yang berurusan dengan penyimpanan amonium nitrat itu, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini