Kunjungi Lokasi Ledakan Beirut, Macron Berbincang dengan Warga dan Petugas Penyelamat

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 07 Agustus 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 18 2258412 kunjungi-lokasi-ledakan-beirut-macron-berbincang-dengan-warga-dan-petugas-penyelamat-wCAY2Lw0Yz.jpg Presiden Prancis Emmanuel Macron menjanjikan bantuan kepada warga Lebanon. (Foto: Kantor Presiden Lebanon via Anadolu Agency)

LEBANON – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (6/8/2020) mengunjungi Beirut, Lebanon, dua hari setelah ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan kota itu dan menewaskan setidaknya 137 orang, melukai lebih dari 5.000 lainnya.

Di Beirut, Macron mengunjungi lokasi ledakan, sebelum pejabat lokal datang, dan berbicara dengan warga yang terkena dampak insiden itu. Saat berjalan melewati lingkungan Gemmayze yang bersejarah, Macron berbincang dan tampak menghibur orang-orang yang gugup.

Saat dia pergi untuk mengamati kerusakan, Macron juga berinteraksi dengan petugas penyelamat. Banyak warga di Beirut yang memintanya membantu Lebanon, tetapi tidak menyalurkan bantuan itu kepada pemerintah, yang dianggap bertanggung jawab atas krisis yang saat ini dialami negara itu.

BACA JUGA: Demonstrasi Anti-Pemerintah Pecah di Lebanon Pasca Ledakan Beirut

"Jangan berikan uang kepada pemerintah kami," teriak seorang pria berulang kali. "Kamu satu-satunya harapan kami," kata yang lain sebagaimana dilansir Al Jazeera, Jumat (7/8/2020).

Warga Beirut yang marah terhadap pemerintahnya merasa Macron ada di pihak mereka. Mereka berteriak "Revolusi!" dan mengecam Presiden Michel Aoun dengan sebutan teroris ketika Macron berjalan melewati jalan Gemmayze.

Dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi, Macron tanpa berbasa-basi mengatakan bahwa Pemerintah Lebanon perlu perbaikan mendalam.

Setelah bertemu dengan para pejabat tinggi, kepala blok parlemen dan masyarakat sipil serta para pemimpin independen, Macron menyerukan "penyelidikan internasional yang transparan" atas ledakan Beirut.

BACA JUGA: Dampak Ledakan Beirut, 300.000 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Lebanon telah membentuk komite investigasi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Hassan Diab dan beranggotakan para menteri dan kepala badan keamanan untuk mengawasi penyelidikan terhadap insiden itu. Macron mengatakan bahwa dia mendukung disertakannya para ahli internasional dan bahwa dia telah menawarkan bantuan teknis dan keahlian Prancis.

Para pejabat telah mengaitkan ledakan itu dengan 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan selama lebih dari enam tahun. Fakta itu dilihat oleh banyak warga Lebanon sebagai dakwaan terhadap kelas penguasa di negara itu.

Macron mengatakan dia akan mengadakan konferensi internasional dengan Uni Eropa, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara kawasan untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan Lebanon.

Gubernur Beirut Marwan Abboud mengatakan bahwa hingga 300.000 orang kehilangan tempat tinggal mereka akibat ledakan dan kerusakan yang diakibatkan insiden itu mencapai USD15 miliar. Dia juga mengatakan bahwa Lebanon sangat membutuhkan bantuan internasional.

Macron menjanjikan "pemerintahan yang jelas dan transparan" dari dana itu, yang katanya akan disalurkan langsung ke warga Lebanon dan organisasi-organisasi non-pemerintah. Ini merupakan permintaan utama rakyat Lebanon yang muak dengan korupsi sistemik di pemerintahnya.

Dia juga mengatakan bahwa dia tidak mengesampingkan penerapan sanksi terhadap pejabat Lebanon jika reformasi besar-besaran tidak diterapkan, meskipun dia mengatakan dia lebih suka terlibat dengan mereka secara politik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini