Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pulau Buru, Warga Rasakan Getaran Selama 2-4 Detik

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Jum'at 07 Agustus 2020 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 340 2258496 gempa-magnitudo-5-5-guncang-pulau-buru-warga-rasakan-getaran-selama-2-4-detik-jkiS7gBmQp.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

JAKARTA – Warga Pulau Buru, Maluku, merasakan getaran gempa magnitudo 5,5 yang terjadi pada Jumat (7/8/2020) sekira pukul 10.00 WIB. Getaran dirasakan di Kabupaten Buru dan Buru Selatan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengungkapkan hal itu berdasarkan pantauan BPBD Kabupaten Buru dan Buru Selatan.

“Warga di Kabupaten Buru merasakan getaran gempa sedang sekitar 2 hingga 3 detik, sedangkan warga di Buru Selatan sekitar 3 hingga 4 detik. Pascagempa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Buru Selatan masih mengumpulkan informasi terkait dampak gempa,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jmat (7/8/2020).

Gempa Pulau Buru. (Ist)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa tidak memicu terjadinya tsunami. Pusat gempa tersebut berada di kedalaman 10 km, berada pada 116 km barat daya Buru dan 169 km barat laut Buru Selatan.

Ia menjelaskan, BMKG merilis informasi gempa yang terjadi di sekitar Pulau Buru tersebut memiliki kekuatan IV MMI. Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity ini merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, sedangkan skala IV menunjukkan warga yang berada di dalam dan luar rumah merasakan gempa, serta gerabah pecah, jendela aatu pintu berderik dan dinding berbunyi.

“Analisis berdasarkan InaRISK, Kabupaten Buru memiliki 10 kecamatan dengan potensi bahaya gempa bumi pada kategori sedang hingga tinggi. Cakupan wilayah dengan potensi bahaya tersebut seluas 64.244 hektar. Dilihat dari populasi terpapar, sebanyak 86.945 warga berada pada wilayah bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi,” tuturnya.

Sementara Kabupaten Buru Selatan, Raditya menjelaskan, memiliki cakupan wilayah yang lebih luas dilihat dari luas wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi. “Luas bahaya mencapai 84.082 hektar dengan populasi terpapar 33.736 warga yang berada pada 4 kecamatan,” ujarnya.

Baca Juga : Gempa M5,2 Guncang Melonguane Sulut

Pihaknya pun mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi gempa di wilayahnya, khususnya saat ini masih menghadapi situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga : Manokwari Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Pusatnya di Darat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini