Buron 5 Bulan, Plt Bupati Bengkalis Ditangkap

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Senin 10 Agustus 2020 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 340 2259654 buron-5-bulan-plt-bupati-bengkalis-ditangkap-YbgRaLpesk.jpg Plt Bupati Bengkalis Muhammad. (Ist)

PEKANBARU – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau menangkap Plt Bupati Bengkalis Muhammad. Politikus PDI Perjuangan itu ditangkap di tempat persembunyiannya di Provinsi Jambi.

Plt Bengkalis ditangkap terkait dugaan korupsi pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Dia ditangkap setelah menjadi buron sekitar lima bulan.

"Saat ini tersangka sudah kita tahan," kata Kombes Andri Sudarmadi, Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Senin (10/8/2020) kepada Okezone.

Andri mengungkapkan, penyidik telah melakukan pemanggilan pertama sebagai tersangka pada 3 Februari 2020. Namun Plt Bupati Bengkalis Muhammad tidak hadir. Penyidik pun kembali melayangkan panggilan kedua. Muhammad yang menggantikan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin yang ditahan KPK terkait kasus suap proyek jalan pun tidak hadir kembali.

Saat itu tersangka mengajukan penundaan pemeriksaan dengan alasan akan melaksanakan pernikahan putri kandungnya dan bermohon untuk diperiksa pada 25 Februari 2020.

Namun jadwal penundaan yang ditentukan tersangka juga tidak hadir. Saat itu penyidik langsung mengecek keberadaan tersangka di kantor Bupati Bengkalis, rumah dinas, rumah pribadi maupun lokasi lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahannya. “Namun tersangka Muhammad tidak ditemukan dan telah melarikan diri," tukasnya.

Tidak menunjukkan batang hidungnya, Plt Bengkalis melalui pengacaranya mengajukan praperadilan atas penetapan sebagai tersangka. Namun upaya hukum Muhammad kandas setelah pengadilan menolak praperadilan yang diajukan.

"Sebelum dilakukan penahanan, penyidik melakukan pemeriksaan rapid test untuk memastikan yang bersangkutan tidak dalam status reaktif Covid-19," kata Andri.

Perkara dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir terjadi pada 2013. Saat itu Muhammad menjabat sebagai Kabid Cipta Karya Dinas PU Pemprov Riau.

Nilai proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi di Inhil adalah Rp3,4 miliar. Setelah ditelusuri proyek ini tidak sesuai spesifikasi.

Dalam proyek tersebut sebanyak tiga orang sudah sudah dijerat. Bahkan perkaranya sudah ke persidangan.

Baca Juga : Eks Ajudan Bupati Bengkalis Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan

Ketiga orang yang terseret adalah Sabar Stavanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, Edi Mufti BE selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada proyek tersebut, serta Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas.

"Pemberantasan korupsi itu harus dicabut seakar-akarnya," katanya.

Baca Juga : Mantan Anggota DPRD Bengkalis Fraksi Golkar Indra Gunawan Diperiksa KPK

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini