15 Desa di Lereng Gunung Slamet Kekeringan, Warga Krisis Air Bersih

Suryono Sukarno, iNews · Selasa 11 Agustus 2020 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 512 2260224 15-desa-di-lereng-gunung-slamet-kekeringan-warga-krisis-air-bersih-DF8JPVrcTw.jpg Warga Pulosari, Pemalang, mengantre air bersih di bak-bak penampungan air yang isinya sudah minim. (Foto : iNews/Suryono Sukarno)

“Kami sudah lebih dari dua bulan kesulitan air bersih. Setiap hari harus antri di bak penampungan yang airnya sudah minim. Bantuan dari BPBD atau yang lain tidak mencukupi kebutuhan,” kata warga Gunungsari, Witri.

Selain itu, mereka juga bergantung pada bantuan yang diberikan pemerintah daerah melalui BPBD, sejumlah lembaga, atau para relawan. “Jika tak ada bantuan, kami mendapatkan air bersih dari penjual keliling dengan harga Rp60 ribu setiap sekitar 1.000 liternya,” ujar warga Pulosari, Harto.

Krisis air bersih memang menjadi kondisi tahunan yang harus selalu mereka hadapi karena secara geografis memang daerah mereka berada di kaki Gunung Slamet.

Baca Juga : Musim Kemarau, Ribuan Warga Mojokerto Terancam Krisis Air Bersih

Setiap bantuan air gratis datang, warga langsung berebut untuk mendapatkannya. Mulai dari anak-anak, ibu-ibu hingga orang tua semuanya berusaha mendapatkan air sebanyak-banyaknya dengan cara mereka membawa berbagai alat untuk menampung, mulai dari ember, jeriken, hingga bekas tempat cat, dan lainnya.

Baca Juga : Musim Kemarau, Sejumlah Waduk di Sragen Jadi Kering

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini