Peran sosok perempuan ini juga andil dalam memperjuangkan agar dokumen, barang dan arsip pemerintah RI yang dirampas Belanda, kisaran tahun 1945 hingga 1950 di Jakarta dan di Yogyakarta, dapat dikembalikan ke Indonesia.
Perempuan yang sempat menjabat sebagai pelindung/penasehat Nasional Woman's Internasional Club (WICC) ini turut aktif dalam rangka pemberantasan buka aksara, serta sebagai sponsor berdirinya organisasi ''Sekato'' di Jakarta.
Anak dari tokoh Muhammadiyah ini mengunjungi dan memberikan santunan kepada panti asuhan pada bulan puasa dan pada perayaan hari ibu. Tradisi ini pun hingga saat ini masih tetap berlanjut.

Sebagai Ibu Negara, almarhumah selalu memperkenalkan wajah Indonesia beserta budayanya kepada negara-negara sahabat. Caranya, menampilkan ciri khas budaya Indonesia. Seperti, makanan, tarian dan penataan ruangan pada saat diadakan jamuan kenegaraan.
Putri teladan dari Bengkulu ini semasa remajanya dihabiskan di Bengkulu dalam suasana perjuangan perintis kemerdekaan. Sosok Fatmawati sebagai perempuan yang teguh imannya dan orang yang penyabar dalam menghadapi segala cobaan serta mempunyai prinsip dengan pengabdian yang tulus kepada suami.
''Almarhumah wafat pada 14 mei 1980, di Kuala Lumpur, Malaysia. Jenazahnya dimakamkan di perkuburan Karet Jakarta. Pemerintah RI menganugerahkan Bintang Maha Putra Adi Pradana pada tanggal 10 November 1995,'' kata Marwan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.