Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 18 Agustus 2020 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 525 2264013 polisi-selidiki-penyebab-kebakaran-hutan-di-gunung-ciremai-acRNQcRcnV.jpg Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Ciremai. (Dok Polres Kuningan)

KUNINGAN – Pihak kepolisian bakal menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan hutan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) seluas kurang lebih 15 hektare.

Kebakaran itu terjadi pada Senin 17 Agustus 2020. Api pertama kali terlihat oleh Pengelola OW Batu Luhur di blok Tespong/Cirendang sekitar pukul 12.00 WIB dari Blok Batu Luhur.

Kapolres Kabupaten Kuningan, AKBP Lukman SD Malik menyebutkan, dugaan sementara kebakaran itu disebabkan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Ia memastikan Polres Kabupaten Kuningan akan menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

"Dugaan sementara karena adanya pembakaran. Itu dekat lahan. Kami akan selidiki penyebab kebakarannya. Kita lihat di TKP (tempat kejadian perkara-red) itu seperti bekas pembakaran sampah atau bakar sesuatu," kata Lukman, Selasa (18/8/2020).

Petugas gabungan saat memadamkan kebakaran lahan di Gunung Ciremai. (Foto : Dok Polres Kuningan)

Ia menuturkan, pihaknya akan mencari pelaku apabila ditemukan ada unsur kesengajaan yang menyebabkan hutan di kawasan TNGC terbakar. "Api dipadamkan oleh petugas gabungan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin mengatakan, kebakaran hutan di kawasan TNGC terjadi pada Senin 17 Agustus 2020. Lokasi kebakaran berada di kawasan TNGC Blok Cirendang, Desa Padabeunghar Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat.

Agus menyebut, kebakaran itu telah menghabiskan tanaman dan tumbuhan di hutan TNGC, yang didominasi ilalang serta pohon sonokeling. Luas lahan yang terbakar kurang lebih sekitar 15 hektare.

"BPBD mengirimkan tim untuk koordinasi dengan TNGC dan tim pantau lapangan. BPBD berkoordinasi dengan TNGC, POLRI, TNI, dan masyarakat. TNGC dibantu masyarakat MPA dan pengelola wisata, serta TNI dan Polri melakukan pemadaman. Personel di lapangan kurang lebih 60 orang," ujarnya.

Baca Juga : Hutan di Gunung Ciremai Seluas 15 Hektare Hangus Terbakar

Ia mengungapkan, hingga saat ini sudah ada 15 personel yang bersiaga di Pos Pantau Villa Wisata Batu Karang. Ia mengaku, kebakaran itu berhasil dipadamkan pada pukul 21.13 Senin malam.

"Medan berbatu dan dominasi ilalang menyulitkan pemadaman," tuturnya.

Baca Juga : Doni Monardo: Pemerintah Punya 3 Strategi Preventif Cegah Karhutla 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini