BMKG Ungkap Pemicu Gempa 'Doublet' di Bengkulu

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 19 Agustus 2020 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 340 2264236 bmkg-ungkap-pemicu-gempa-doublet-di-bengkulu-wLR7sqhbdg.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Kepala Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menyatakan bahwa dua kali gempa yang mengguncang Bengkulu dan sekitarnya dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

"Gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, dengan dislokasi batuan terjadi pada segmen Megathrust Mentawai-Pagai dengan mekanisme sumber sesar naik," kata Daryono kepada Okezone, Rabu (19/8/2020).

BMKG memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami meskipun magnitudonya cukup tinggi dan pusat gempanya berada di laut. Sejauh ini, sudah ada satu kali gempa susulan magnitudo 4,5 pasca-dua kali gempa utama.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan baru satu kali terjadi gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,5," ucapnya.

Sekadar informasi, Bengkulu dan sekitarnya diguncang dua kali gempa dalam waktu yang bersamaan dan lokasinya berdekatan, pada pagi hari ini. BMKG menyebut dua kali gempa dengan jarak waktu dan lokasi yang berdekatan itu sebagai gempa 'doublet'.

Berdasarkan pemantauan BMKG, gempa pertama terjadi sekira pukul 05.23 WIB dengan magnitudo update 6,6 an episenter 4,50 LS, 100,91 BT dilaut pada jarak 169 km arah Baratdaya Bengkulu.

Sementara itu, gempa yang kedua terjadi pada pukul 05.29 WIB dengan magnitudo update 6,7 dan episenter 3,74 LS dan 101,56 BT di laut pada jarak 78 km arah Baratdaya Bengkulu Utara dengan kedalaman11 Km.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini