Sejumlah Guru Positif Covid-19 di Surabaya, Risma Lockdown Sekolah Lewat Surat Edaran

Hari Tambayong, iNews · Rabu 19 Agustus 2020 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 519 2264314 sejumlah-guru-positif-covid-19-di-surabaya-risma-lockdown-sekolah-lewat-surat-edaran-4yJ1l5rjPk.jpg Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto: Hari Tambayong

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran agar guru SD dan SMP bekerja atau mengajar secara online, dan siswa belajar dari rumah terhitung sejak 15 Agustus 2020. Instruksi tersebut berlaku hingga ada informasi lebih lanjut.

Risma sendiri belum memastikan kapan pihaknya akan membuka sekolah tatap muka untuk SD dan SMP. Ia tidak bisa memastikan karena sejumlah guru positif Covid-19.

Risma mengatakan dirinya akan membuka sekolah tatap muka apabila kondisi telah benar-benar aman dari Covid-19 .

Cara memastikannya yaitu dengan melakukan tes swab kepada guru dan karyawan sekolah . Tak hanya itu, Risma juga berencana akan melakukan tes swab kepada para siswa dan selanjutnya para orangtua siswa.

“Makanya kita evaluasi dulu, kita nggak mungkin sembrono, kita tes para tenaga kita. Tes kalau sudah sempurna baru kita lakukan ya. Saya melakukan itu memang karena ada beberapa sekolah itu banyak yang positif gurunya. Jadi makanya kita lockdown dulu, nah kemudian kita tes.” ujar Risma pada Rabu (19/8/2020).

Baca Juga: Tinjau Sekolah Tatap Muka, Khofifah Sebut Hanya 2 Kali dalam Sepekan 

“Nanti kita tes ya. Jadi karena mau kita buka (sekolah tatap muka, maka) kita tes, kita temukan guru SD. Ya kita lihat dulu, kita pastikan, bukan gedung saja yang siap,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo mengatakan , pihaknya masih akan terus mengkaji formulasi sekolah tatap muka. Hasil formulasi nantinya akan dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bahan kajian

“Pemerintah Kota Surabaya melakukan tes secara masif, guru-guru menjadi skala prioritas karena kita mau membuka sekolah. Kita mau tau kondisi guru, dan ada beberapa guru reaktif, bahkan positif,” ucapnya.

“Kita berusaha memotong mata rantai itu dengan memberikan mereka ngajar dari rumah. Kita kaji sejauh mana upaya ini berhasil… Sekarang masih on proses untuk pengkajian,” tambahnya.

Baca Juga: Wali Kota Risma Kelelahan Patroli Masker hingga Dipapah ke Dalam Mobil 

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini