Sidang Kasus Penembakan Masjid Christchurch, Pelaku Ingin "Tewaskan Sebanyak Mungkin Korban"

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 24 Agustus 2020 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 18 2266498 sidang-kasus-penembakan-masjid-christchurch-pelaku-ingin-tewaskan-sebanyak-mungkin-korban-c55qzAxZ3n.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

CHRISTCHURCH – Sidang vonis pelaku penembakan yang menewaskan 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru telah dimulai pada Senin (24/8/2020). Sidang itu diperkirakan berlangsung selama empat hari sebelum vonis dibacakan.

Dokumen pengadilan mengungkap terdakwa Brenton Tarrant berencana untuk menyerang masjid ketiga dalam aksinya pada 15 Maret 2019. Dia juga mengatakan bahwa dia berencana membakar masjid dan ingin “menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin”.

Pria Australia berusia 29 tahun itu telah mengaku bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan dan satu tuduhan terorisme. Dia menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup, mungkin tanpa pembebasan bersyarat, yang belum pernah dijatuhkan selama sejarah Selandia Baru.

BACA JUGA: Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Siarkan Aksinya Melalui Livestream

Persidangan dimulai di pengadilan Christchurch dengan memberlakukan pembatasan Covid-19, yang membuat ruang sidang utama relatif kosong. Ratusan orang akan menonton persidangan melalui secara daring dari ruang sidang lain di kota itu untuk memungkinkan tindakan jarak sosial.

Mengenakan pakaian penjara abu-abu dan dikelilingi oleh tiga petugas polisi, Tarrant tetap diam selama persidangan, sesekali melihat ke sekeliling ruangan tempat para korban dan kerabat korban duduk.

Jaksa penuntut Barnaby Hawes mengatakan kepada pengadilan bahwa Tarrant telah mulai merencanakan aksinya bertahun-tahun sebelumnya, dan tujuannya adalah untuk "menimbulkan korban jiwa sebanyak mungkin".

BACA JUGA: Sidang Vonis Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Akan Digelar 24 Agustus 2020

Dia mengumpulkan informasi tentang masjid di Selandia Baru, mempelajari denah lantai, lokasi, dan detail lebih lanjut, dengan tujuan menargetkan masjid pada saat paling sibuk.

Beberapa bulan sebelum serangan itu, dia melakukan perjalanan ke Christchurch dan menerbangkan drone di atas target utamanya, masjid Al Noor. Dia juga berencana menargetkan Masjid Ashburton selain masjid Al Noor dan Linwood Islamic Center.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan ini akan menjadi minggu yang sulit bagi para penyintas dan keluarga para korban.

"Saya rasa tidak ada yang bisa saya katakan yang akan meringankan betapa traumatisnya periode itu," katanya pekan lalu sebagaimana dilansir BBC.

Ardern telah bersumpah untuk tidak menyebutkan nama pria bersenjata itu segera setelah serangan teroris terburuk dalam sejarah Selandia Baru tersebut.

Brenton Tarrant. (EPA)

Kurang dari sebulan setelah penembakan, parlemen Selandia Baru memberikan suara 119 banding 1 tentang reformasi yang melarang senjata semi-otomatis gaya militer serta suku cadang yang dapat digunakan untuk membuat senjata api terlarang.

Pemerintah menawarkan untuk memberi kompensasi kepada pemilik senjata yang baru ilegal dalam skema pembelian kembali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini