Gadis Korban Pembunuhan Ditemukan Mengambang di Sungai dengan Tangan Terikat

Agregasi Sindonews.com, · Senin 24 Agustus 2020 22:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 340 2266830 gadis-korban-pembunuhan-ditemukan-mengambang-di-sungai-dengan-tangan-terikat-xBQGNHdJ7w.jpg Ilustrasi jenazah. (Foto : Shutterstock)

PESAWARAN – Sosok mayat gadis ditemukan mengambang di Sungai Ledeng dengan kondisi kedua tangan terikat tali. Hal ini menggegerkan Warga Desa Rejoagung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Sebelum ditemukan tewas, gadis tersebut sempat dinyatakan hilang setelah pergi dari kediaman orangtuanya sejak Kamis (20/8/2020).

Penemuan jasad korban yang diketahui bernama Dwi Ana (16), warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, ini pertama kali ditemukan warga yang hendak memancing di aliran Sungai Ledeng. Warga kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Mapolsek Tegineneng.

Saat pertama kali ditemukan kondisi jasad korban dalam keadaan tertelungkup dan mengambang di pinggiran sungai serta kedua tangannya masih terikat tali. Polisi dibantu warga mengevakuasi jasad korban untuk kemudian diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, Dwi Ana merupakan korban pembunuhan.

Menurut Pandra, aparat Polres Pesawaran telah mengungkap pembunuhan keji ini dan telah menangkap dua pelaku yang merupakan teman lelaki korban.

Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman dan terus memeriksa kedua tersangka untuk mencari tahu motif di balik aksi pembunuhan.

Kedua tersangka tersebut adalah Wahid Latief Juandra bin Pratama Deska (18), warga Dusun Sidobasuki, Bumi Agung Pesawaran dan Rudi Chandra bin Nasarudin (18), warga Dusun Bumi Rejo, Tegineneng, Pesawaran.

Baca Juga : Satu Keluarga Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Dalam Rumah

"Kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pesawaran. Tersangka dapat dijerat Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara," tutur Zahwani, melansir Sindonews.

Baca Juga : Isak Tangis Iringi Pemakaman Babinsa yang Tewas dengan Tangan Terikat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini