Trump Peringatkan Pilpres AS November Mungkin Dicurangi

Agregasi VOA, · Selasa 25 Agustus 2020 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 18 2267259 trump-peringatkan-pilpres-as-november-mungkin-dicurangi-qeYq4SqFBW.jpg Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Twitter/@realDonaldTrump)

CHARLOTTE - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (24/8/2020) mengatakan bahwa satu-satunya cara dia dapat dikalahkan dalam pemilihan presiden November adalah dengan pemilihan yang curang lewat pengiriman suara via pos.

Hal itu disampaikan Trump hanya beberapa menit setelah delegasi Konvensi Nasional Partai Republik di Charlotte, North Carolina, secara resmi menunjuknya sebagai kandidat presiden dari partai berjuluk Grand Old Party (GOP) itu.

BACA JUGA: Joe Biden Resmi Ditunjuk Sebagai Calon Presiden AS dari Partai Demokrat

“Mereka berusaha mencuri pemilihan,” kata Trump saat tampil di hadapan para delegasi sebagaimana dilansir VOA. “Kelihatannya mereka tidak mengirimnya ke daerah tempat tinggal orang (pendukung partai) Republik,” tambah Trump tanpa memberikan bukti.

Dalam pidato pada hari pertama konvensi, Trump mengatakan bahwa pemilihan November ini akan menjadi “penipuan terbesar dalam sejarah politik”.

Sebagai bagian acara, yang diperkecil akibat pandemik virus corona, hanya sebagian kecil dari delegasi Partai Republik ikut ambil bagian dalam menunjuk Trump dan Mike Pence untuk masa jabatan kedua.

Dalam pidato yang berlangsung selama hampir satu jam, Trump, yang tertinggal 8 atau 9 poin dari kandidat Demokrat Joe Biden dalam jajak pendapat nasional, menuduh Demokrat “menggunakan isu Covid-19 untuk mencuri pemilihan.”

BACA JUGA: Jajak Pendapat Pilpres AS 2020 Reuters, Biden Unggul Jauh dari Trump

Sementara Trump mengecam Biden dan Partai Demokrat, mantan Senator Republik dari Arizona, Jeff Flake, bersama lebih dari dua lusin mantan anggota Republik di Kongres, memberi dukungan untuk Biden sebagai presiden.

Meskipun pejabat partai Republik menggambarkan konvensi ini sebagai cerminan optimis dan bersemangat dari AS dan kinerja pemerintahan Trump, tetapi pidato pembukaan presiden menggambarkan masa yang suram di Amerika.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini