Sementara terkait realisasi anggaran belanja, Mendagri mendorong pemerintah daerah di provinsi Jambi menuntaskan realisasi anggaran belanja. Sehingga, uang yang beredar dapat membantu stimulus perekonomian daerah. Di mana, posisi jambi 3 terbawah atau 25,9%.
"Mohon maaf pak Gubernur mungkin dengan jajaran ini anggaran yang ada betul-betul direalisasikan agar uangnya beredar di masyarakat, kalau uangnya beredar maka akan menjadi stimulan bagi ekonomi masyarakat supaya bangkit, menghabiskan sisa 70-an% dalam waktu sekian bulan ke depan tidak gampang, oleh karena itu mohon untuk segera dipacu,” ujarnya.
Dari data Kemendagri menyebutkan rata-rata realisasi pendapatan kabupaten/kota Jambi relatif baik, yakni 49,09% hampir 50%; Kabupaten Tebo tertinggi 58,68%, kota Sungai Penuh, kabupaten Sarulangun, kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur 47,56%; Kabupaten Merangin 46,91%; Kabupaten Batanghari, Kabupaten Kerinci dan paling rendah Kabupaten Bungo 38,8%.
“Ini tolong yang Bungo, Kerinci, Batanghari merangin tolong didorong lagi supaya relasasi pendapatanya dipacu. Nah belanjanya, rata-rata Nasional 47%, rata-rata untuk tingkat belanjanya, kabupaten/kota se-Jambi dirataratakan 35,81%, relatif rendah, hampir dibawah rata-rata Nasional meskipun kita Jambi ini lumayan 46,36%,” tuturnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.