Kisah Hais Abdjul, 20 Tahun Tinggal di Gua ala The Flintstone

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 340 2269230 kisah-hais-abdjul-20-tahun-tinggal-di-gua-ala-the-flintstone-OyzNxWDD5j.jpg Hais Abdjul (Foto: Subhan Sabu)

MINUT - Pernah menonton serial kartun Flintstones? The Flinstones pertama kali tayang pada tahun 1960 hingga 1966. Kemudian, tahun 1994 serial televisi kartun tersebut diadaptasi ke layar lebar. 

Flintstone merupakan film bersetting zaman prasejarah yang menceritakan diceritakan tentang kehidupan orang zaman dulu. Beberapa tokohnya digambarkan hidup di rumah yang berada di dalam gua. Zaman dulu memang orang banyak yang hidup di dalam gua.

Tapi sekarang zaman telah berubah menjadi lebih modern, gua tidak lagi menjadi tempat tinggal. Orang kini tinggal di rumah dengan suasana aman dan nyaman tidak seperti di dalam gua. Tapi ternyata, di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara, masih ada satu orang yang tinggal di dalam gua.

Hais Abdjul warga Desa Kema III, Kecamatan Kema, Kabupaten Minut ini sejak tahun 2000 sudah tinggal di dalan gua. Selama 20 tahun pria berusia 59 tahun mendiami gua sendiri.

 Hais

Hais mengaku sendirian membuat gua. Selama dua bulan dia memanfaatkan waktu sehari sekira empat jam menggali tebing untuk dijadikan gua sebagai tempat tinggal.

"Semua pekerjaan ada kesulitan, hanya capek saja, setiap hari selama dua sampai empat jam. Selama dua bulan, ruanh tamu, kamar sama dapur selesai dikerjakan," ujar Hais, Jumat (28/8/2020).

Meski demikian, pekerjaan Hais belum selesai, saat ini dia sedang membangun gua baru di belakang guanya yang lama dan satu kamar sementara dalam pengerjaan. Pria yang bekerja sebagai nelayan ini mengaku merasa nyaman tinggal di gua yang menurutnya adem, tidak panas dan tidak membutuhkan pendingin ruangan maupun kipas angin.

Duda tanpa anak ini mengklaim gua yang dibuatnya tidak akan roboh karena memiliki struktur tanah yang kuat. Hais bahkan berencana tinggal di gua selamanya.

"Sudah berapa kali gempa tapi tidak terjadi apa-apa, struktur tanahnya kuat, tanah dumato namanya. Selama hayat dikandung badan saya akan tetap tinggal disini," terang dia

Untuk mencapai gua yang dijadikan rumah oleh Hais ini tidaklah sulit. Letaknya tepat berada di pinggiran jalan raya menghadap ke perkampungan penduduk.

Di dalam gua terdapat kasur sebagai tempat tidur dan juga listrik yang diambil dari rumah salah seorang keluarganya yang berada tidak jauh dari gua. Seperti manusia lainnya, Hais juga makan, tidur serta melakukan berbagai aktivitasnya di dalam gua.

Dari depan gua dengan tinggi 2 meter dan luas 16 meter itu bisa melihat pemandangan Indah berupa hamparan lautan luas, pelabuhan kema, serta kesibukan para nelayan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini