Bentrok Pendukung Trump dan BLM di Portland, Satu Orang Tewas Ditembak

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 31 Agustus 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 18 2270059 bentrok-pendukung-trump-dan-blm-di-portland-satu-orang-tewas-ditembak-Zvw5SjriLH.jpg Foto: Twitter.

PORTLAND - Seorang demonstran ditembak mati di Portland, Oregon, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (29/8/2020) malam di tengah kekerasan dan protes yang melanda kota itu dalam beberapa bulan terakhir.

Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan pengunjuk rasa Black Lives Matter (BLM) merayakan penembakan seorang pendukung Trump. Video itu muncul setelah bentrokan antara karavan demonstran pro-Trump dengan pengunjuk rasa tandingan di Portland, yang menewaskan seorang pria yang diyakini sebagai pendukung Trump.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan bahwa kekerasan dan penembakan itu terjadi di pusat Kota Portland, namun mereka tidak menghubungkannya dengan demonstrasi yang terjadi.

BACA JUGA: Protes Kematian George Floyd di Beberapa Kota Berubah Jadi Kerusuhan, Minneapolis Mencekam

“(Polisi) menanggapi dan menemukan korban dengan luka tembak di dada. Medis menjawab dan memutuskan bahwa korban telah meninggal, ”kata juru bicara polisi Portland dalam pernyataan yang dilansir Reuters.

Investigasi pembunuhan terkait peristiwa itu sedang berlangsung.

Salah satu video yang beredar memperlihatkan seorang demonstran BLM mengatakan “ada Trumper (pendukung Trump) di sini” beberapa saat sebelum tembakan terdengar dilepaskan.

BACA JUGA: Penembakan Brutal Pria Kulit Hitam oleh Polisi Picu Kerusuhan di Wisconsin

Laporan yang dilansir RT menunjukkan pria yang terbunuh mengenakan topi yang terkait dengan kelompok 'Patriot Prayer', yang oleh media digambarkan sebagai "organisasi sayap kanan", meskipun belum ada konfirmasi tentang identitas korban.

Kepolisian Portland sebelumnya mengatakan bahwa "unjuk rasa politik sedang berlangsung di seluruh pusat kota Portland" dan bahwa telah ada "beberapa contoh kekerasan antara demonstran dan kontra-demonstran". Polisi mengatakan telah turun tangan dan melakukan beberapa penangkapan.

Demonstrasi menentang rasisme dan kebrutalan polisi telah melanda AS sejak kematian George Floyd pada Mei, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun yang meninggal setelah seorang petugas polisi Minneapolis berlutut di lehernya selama hampir sembilan menit.

Ketegangan antara kelompok protes yang bersaing telah mengguncang pusat Kota Portland setiap malam selama hampir tiga bulan setelah kematian Floyd.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini