Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Lahan Sawah yang Terus Berkurang, Kementerian PUPR Segera Fungsikan Irigasi Lhok Guci, Aceh Barat

Yaomi Suhayatmi , Jurnalis-Rabu, 02 September 2020 |09:48 WIB
Antisipasi Lahan Sawah yang Terus Berkurang, Kementerian PUPR Segera Fungsikan Irigasi Lhok Guci, Aceh Barat
Foto : Dok.Kementrian PUPR
A
A
A

ACEH – Belum berfungsinya irigasi akibat proses pembangunan yang belum rampung areal sawah di Lhok Guci, Aceh Barat terus mengalami pengurangan dan beralih fungsi menjadi kawasan perumahan dan kebun sawit. Saat ini potensi areal lahan basah atau sawah tercatat 12.700 Ha dari potensi sebelumnya yang mencapai 18.542 Ha (Desain Tahun 2011).

Kondisi ini tentu sangat ironis, mengingat Pemerintah Provinsi Aceh sedang gencar-gencarnya melakukan program ‘GAMPANG’ atau Gerakan Mandiri Pangan. Program tersebut sulit tercapai, jika areal pesawahan dari waktu ke waktu justru terus berkurang akibat masalah irigasi.

Mencermati kondisi alih fungsi lahan sawah yang kian mengkhawatirkan tersebut, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I-Provinsi Aceh, Kementrian PUPR, Djaya Sukarno didampingi Iskandar selaku Ka SNVT PJPA dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa I, Syafrepi menyampaikan bahwa pihaknya berencana untuk memfungsikan secara bertahap irigasi Lhok Guci yang merupakan salah satu dari 5 Proyek Stategis Nasional (PSN) di Provinsi Aceh tersebut pada Oktober mendatang.

“Yang sudah terbangun saluran primer 16,31 km dan saluran sekunder 4,7 km, jadi sekitar 30 persen kami sudah bisa kerjakan. Bulan Oktober ini coba fungsikan, tidak perlu selesai semua dulu tapi secara bertahap juga untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19,” jelas Djaya.

Sebenarnya, menurut Djaya Sukarno pembangunan irigasi Lhok Guci Tahap II dijadwalkan rampung pada tahun ini namun karena adanya pandemi, pembangunan tersebut mundur menjadi tahun 2022 dikarenakan adanya refokusing anggaran.

“Pendanaan Lhok Guci dilanjutkan menjadi salah satu PSN dikerjakan tahap I nya pada 2015-2018. Setelah itu masuk tahap II 2017-2020, namun pada 2020 ada Pandemi Covid-19 dan terkena refocusing anggaran sehingga target penyelesaian mundur ke tahun 2022," kata Djaya.

Meskipun terkena refocusing anggaran akibat Pandemi Covid-19, pembangunan tahap II Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci tetap dilaksanakan oleh PT Hutama Karya-Jaya Konstruksi, KSO dengan nilai kontrak Rp255,55 miliar terus dilanjutkan dengan progres konstruksinya sebesar 63,08%.

"Tahun 2021 ditingkatkan lagi fungsionalnya menjadi 1.000 ha sehingga nantinya petani di Kabupaten Aceh Barat bisa mendapatkan suplai air dengan baik mencapai 1.400 ha pada 2021 dan ditargetkan menjadi 2.800 ha pada tahun 2022. Hal ini untuk mendukung Gerakan Aceh Mandiri Pangan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh," kata Djaya.

Pembangunan irigasi di Lhok Guci diawali dengan dibangunnya Bendung Lhok Guci pada 2004-2008 dan dilanjutkan pembangunan salurannya pada tahun 2008-2015. Saat ini pembangunannya sudah memasuki tahap II untuk pembangunan saluran primer sepanjang 10 km dan saluran sekunder sepanjang 812 m.

Dari rencana difungsikannya Di Lhok Guci secara bertahap, Djaya mengatakan bahwa ada empat desa yang akan mulai dialiri air dari saluran irigasi Lhok Guci, yakni Desa Babah Lueng, Alue Keumang, Babah Iseung, dan Manuang Kinco, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

Selain di Lhok Guci, Di Provinsi Aceh, tengah menyelesaikan pembangunan PSN lainnya yakni jaringan irigasi di Jambo Aye Kanan yang telah dimulai sejak akhir 2016 dan progresnya saat ini sudah sekitar 70,35% dengan target awal rampung pada akhir 2020.

"Namun karena ada Pandemi Covid-19 dan terkena refocusing anggaran penyelesaiannya juga mundur pada 2022," ujar Djaya yang diamini oleh Iskandar, Ka SNVT PJPA dan Syafrepi dan ST Pejabat Pembuat Komitmen (PPK Irigasi dan Rawa 1) BWS Sumatera I.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement