Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Lahan Sawah yang Terus Berkurang, Kementerian PUPR Segera Fungsikan Irigasi Lhok Guci, Aceh Barat

Yaomi Suhayatmi , Jurnalis-Rabu, 02 September 2020 |09:48 WIB
Antisipasi Lahan Sawah yang Terus Berkurang, Kementerian PUPR Segera Fungsikan Irigasi Lhok Guci, Aceh Barat
Foto : Dok.Kementrian PUPR
A
A
A

Kegembiraan warga di desa ini memang tidak berlebihan karena saat ini mereka lebih mudah untuk mendapatkan sumber air. Dengan adanya saluran tersier, aliran air dari saluran induk Daerah Irigasi Krueng Aceh menjadi lebih cepat mengalir ke sawah-sawah, mengurangi kehilangan air dan mengontrol keluar masuk air.

Sebelum ada P3-TGAI yang menjadi konsentrasi pembangunan cenderung saluran induk dan sekunder saja. Saat ini, dengan adanya saluran tersier, manfaat konstruksi dan pemberdayaan dengan situasi seperti pandemi juga sangat cocok.

“Jika sebelumnya saluran tersier hanya berupa tanah, dengan program P3-TGAI ini ditingkatkan menjadi berlining (konstruksi pasangan batu kali diplester) sehingga waktu untuk menyalurkan air lebih singkat, faktor kehilangan air lebih kecil. Pekerjaan P3TGAI dilaksanakan oleh warga sendiri sehingga mereka lebih tau kebutuhannnya dan waktu pelaksanannya juga efektif, “ jelas Muhd Joni Khairi selaku PPK OP SDA III.

Tidak hanya mengalirkan sawah keberadaan jaringan tersier juga mempermudah para petani untuk membuang air yang berlebihan yang selama ini kerap menjadi sengketa di kalangan petani.

“Kami masyarakat sangat bersyukur karena sawah kami ini kan paling ujung dari saluran pembuangan dari segala arah. Sekarang, mendapatkan air sesuai kebutuhan jadi kalau mau tanam serentak kami bisa, membajak pun jadi lebih cepat. Sebelumnya sebagian bisa dibajak sebagian keras karena gak ada air,” jelas Indra, salah seorang warga Cot Karieng.

Selain itu, Indra dan warga lainnya merasa terbantu dengan adanya program ini karena mendapatkan penghasilan dari Kementrian PUPR.

“Dengan adanya program P3-TGAI dalam masa Covid-19 Sangat membantu masyarakat walaupun anak-anak gak sekolah gak butuh biaya banyak, tapi dalam keluarga kan butuh makan,” jelas Indra.

P3-TGAI merupakan pekerjaan swakelola yang dilaksanakan oleh kelompok tani/masyarakat sehingga dapat memerdayakan para petani di masa pademi saat ini. Program P3-TGAI ini setiap harinya menyerap tenaga kerja 19-20 orang perlokasi selama 90 hari kerja di 176 lokasi sehingga cukup banyak tenaga kerja dari kalangan masyarakat yang terserap.

“Para petani menerima upah kerja dari pekerjaannya dan harapannya dapat menjadi modal untuk membeli bibit, pupuk dan sebagainya,” jelas Roni Saputra, Kasatker OP SDA BWS Sumatera I yang turun langsung mengawasi lokasi pembangunan irigasi di Cot Karieng maupun di Desa Cot Mon Raya.

Program Pembangunan Prasarana Pengamanan Pantai Kota Meulaboh

Selain bendungan dan irigasi, konsentrasi lainnya yang ditangani oleh Balai Wilayah Sungai Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera – I Provinsi Aceh adalah Pengaman Pantai yang berada di beberapa titik di Pantai Meulaboh, Aceh Barat.

Pantai Meulaboh merupakan kawasan pantai yang rawan bencana seperti abrasi dan banjir rob dengan karakter ombak yang tinggi hingga 3-6 meter karena posisinya yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Ka SNVT PJSA Sumatera I BWS Sumatera I Fardhianti mengatakan rangkaian pembangunan pengamanan pantai dari tahun 2014 hingga sekarang cukup panjang total 3.132 M.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement