Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Lahan Sawah yang Terus Berkurang, Kementerian PUPR Segera Fungsikan Irigasi Lhok Guci, Aceh Barat

Yaomi Suhayatmi , Jurnalis-Rabu, 02 September 2020 |09:48 WIB
Antisipasi Lahan Sawah yang Terus Berkurang, Kementerian PUPR Segera Fungsikan Irigasi Lhok Guci, Aceh Barat
Foto : Dok.Kementrian PUPR
A
A
A

Dengan biaya pembangunan sebesar Rp225,14 miliar, pembangunan jaringan irigasi di Jambo Aye Kanan mencakup pekerjaan saluran primer sepanjang 10 Km dan saluran jaringan sekunder 32 km yang akan mengairi area seluas 3.028 hektar. Pekerjaannya dilakukan oleh kontraktor PT. Selaras Mandiri Sejahtera - PT. Nakhla Sampurna, KSO.

Pembangunan dua jaringan irigasi Lhok Guci dan Jambo Aye kanan nantinya diharapkan akan mengairi area seluas 21.570 hektar. Balai Wilayah Sungai Sumatera – I Provinsi Aceh melaksanakan 5 PSN, 3 bendungan, 2 pembangunan daerah irigasi yakni jambo aye kanan di Aceh Timur, Lhok Guci di Aceh Barat.

“Demi kelancaran dan kesuksesan program pembangunan infrastruktur irigasi ini, selain kita harapan anggaran dari Pemerintah Pusat berjalan lancar sebagaimana pengajuan MYC kami juga berharap kerjasama yang baik dari para stakeholder seperti Dinas Pertanian, Perkebunan dan Pemerintah Daerah,” ungkap Iskandar selaku Ka SNVT PJPA dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa I Syafrepi.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI)


Ketersediaan aliran air merupakan hal vital bagi keberhasilan budidaya padi demi terciptanya kemandirian dan ketahanan pangan nasional, itulah sebabnya Kementerian PUPR melakukan berbagai langkah strategis diantaranya dengan meluncurkan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Padat Karya ini bertujuan untuk membantu pemulihan ekonomi nasional akibat pandemic covid 19 sekaligus menumbuhkan partisipasi masyarakat Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan atau peningkatan jaringan irigasi sesuai kebutuhan dan prinsip kemandirian. Di Aceh sendiri terdapat 176 lokasi penerima P3TGAI dan rencananya akan ada tambahan 98 lokasi pada TA. 2020 ini.

“Untuk progresnya rata-rata kurang lebih 65 persen per lokasi, ada 82 lokasi yang sudah 100 persen selesai dan ada juga yang progresnya 70 persen di 80 lokasi dan sisanya 14 lokasi baru selesai tandatangan kontrak, total lokasi penerima P3TGAI sebanyak 176 lokasi tersebar di 12 kota/kabupten,” jelas Djaya.

Salah satu lokasi P3TGAI adalah areal pesawahan di Desa Cot Mont Raya, Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Di areal ini dibangun jaringan irigasi tersier sepanjang 393 meter sehingga mampu mengairi sawah seluas 40 Ha.

Firdaus selaku Kepala Desa Cot Mont Raya merasa bersyukur dengan program BWS I Kementerian PUPR tersebut karena selain sawah-sawah warganya kini terairi, pembangunan saluran tersier ini juga membantu perekonomian masyarakat.

“Ada harapan baru di masyarakat setelah adanya irigasi ini, dari pada waktunya habis nongkrong di warung kopi masyarkat antusias bekerja di sawah, apalagi sekarang juga ada program P3TGAI, masyarakat dilibatkan dalam pengerjaan irigasi sehingga dapat penghasilan. Alhamdulillah semoga program seperti ini terus dievaluasi dan berkelanjutan,” kata Firdaus

Hal senada juga disampaikan oleh T, Jayadi warga desa tersebut yang begitu bersemangat dan ia juga berjanji akan merawat irigasi bantuan pemerintah tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Kami merasa bersyukur sekali karena desa-desa lain tidak seberuntung kami, maka kami warga desa di sini akan menjaganya dengan baik supaya bisa lebih bermanfaat lagi untuk sawah kami,” tuturnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement